Posts

Muara

Image
Tulus dan rendah hati, mata air mengaliri sungai, mengidupi bumi, menuju laut, menuju nol, melaut. Laut, apa saja ditampungnya, pun sampah, dinding tanpa sekat, gerbang tanpa pintu. Mentari setia menguapi, hingga awan menghujani bumi. Pulanglah untuk pergi lagi kata awan pada butir embun. Duh, air mata, kamu bermuara di mana?

Ngintip Halaman 39

Semoga diijinkan Tuhan, 369 hari lagi sampai halaman 40. Halaman dimana biasanya karakter sebuah buku sudah terbentuk dan mapan, kumpulan dari keputusan-keputusan dari halaman 16 sejak akil-baliq, hingga sekarang. Masih ada selembar lagi kesempatan untuk menuliskan hal-hal baik, kiranya halaman 40 ini hanya mematenkan hanya yang baik saja. Mumpung lagi demam, waktu rasanya melambat, asyik untuk "berjalan-jalan" ke depan dan ke belakang. Selfish Pernah baca di lini masa bahwa lawan cinta itu bukan benci, tapi selfish atau egois. Bener juga sih, bila cinta yang ada kita atau kami, selfish hanya ada aku dan kau. Saudaraku sudah sekitar 6 tahun menderita schizophrenia , setahun belakangan ini perjuangan dia mematikan "suara-suara" di kepalanya aku simpulkan berhasil, itu tanpa berobat medis lho. Dia hanya bilang ke kami saat pertama kali didapati berbicara sendiri, "Biarkan, tidak usah ke dokter, ini akan bisa saya atasi." Dua tahun ini sudah tidak ...

PADA SUATU KETIKA - tulisan @muharywn

PADA SUATU KETIKA Saat mana angin tak berhembus, saat mana dingin tak menembus. Seorang anak kecil berjalan dengan bunga di tangan. Tak ada yang tahu dari mana asalnya. Gerangan siapakah ia. Mungkin nama memang tak ia punya. Anak kecil itu berjalan memasuki sebuah negeri yang penuh huru-hara. Negeri yang porak-poranda dilanda bencana. Sambil berjalan, terdengar ia seperti berbisik. Mungkin ia bernyanyi. Suaranya lirih, tapi tak ada yang peduli. duh, aduh nestapa ini dimana ujungnya pilu ini dimana akhirnya duh, aduh duka yang meremukkan jiwa sajak mana mampu menampungnya

Rainy Afternoon, Bajaj and The Oldman

Image

Lelaki Tua dan Sebutir Nasi

Image
photograph courtesy of Muhary Wahyu Nurba   aku lelaki dari seorang perempuan bila bukan ibuku tentu kau demi sebutir nasi pada janggutku Salemba - 2011

Sheila

Image
Kasih itu membaikkan, pada yang memberi dan menerima - halaman pertama Buku 1, Sheila, Luka hati seorang gadis kecil, true story - Torey Hayden   Kali kedua tamatkan buku punya ponakan, tapi baru perhatikan bagian kisah rubah yang dibacakan Torey pada Sheila kecil untuk membujuknya. Ternyata pas googling kisah rubah dalam buku ini, banyak blogger yang juga memfavoritkan bagian ini ^^ PANGERAN KECIL “Kemari, bermainlah denganku,” kata pangeran kecil. “Aku sangat sedih.”  “Aku tidak bisa bermain denganmu,” kata rubah. “Aku belum dijinakkan.” “Ah! Maafkan aku,” kata pangeran kecil. Tetapi, setelah berpikir beberapa saat, dia menambahkan: “Apa artinya itu ‘menjinakkan’?” “Itu adalah tindakan yang sering diabaikan,” kata rubah. “Menjinakkan artinya menjalin ikatan.” “’Menjalin ikatan’?” “Begitulah,” kata rubah. “Bagiku kamu saat ini tidak lebih dari seorang bocah kecil yang sama saja dengan ribuan bocah kecil lainnya. Dan aku tidak membutuhk...

Hari Kelima: Penundaan - (penutup)

Bagian penutup oleh-oleh cerita selama perjalanan ke Ubud malah aku tulis di Bandung, setelah seharian jadi fotografer dadakan di acara wisuda S3 Fakultas Ekonomi UNPAD. Diwisuda dari perguruan tinggi, sesuatu yang tidak sempat aku rasakan :') Ikut tertular kebahagiaan yang menyeruak di kampus UNPAD Dipatiukur dari pagi hingga petang, kebahagiaan menembus halang-rintang, harapan dan mimpi-mimpi mereka beterbangan di udara. Selamat, selamat.