Posts

Showing posts with the label puisi

Pulang

dengan cara sendiri-sendiri kita semua pernah rapuh. tidak apa, peluk hati di luar dirimu seharian. berbulan. menahun. pada satu ketika. - sembuh ** ** terjemahan suka-suka puisi Nayirrah Waheed .

Lelaki Tua dan Sebutir Nasi

Image
photograph courtesy of Muhary Wahyu Nurba   aku lelaki dari seorang perempuan bila bukan ibuku tentu kau demi sebutir nasi pada janggutku Salemba - 2011

Makna sebuah titipan - WS. Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah semua "derita" adalah hukum...

Muhary's Poem. My Fave No. #0

Image

Muhary's Poem, My Fave No. #1

Image

Muhary's Poem, My Fave No. #23

Image

Puisi-puisi Muharywn #1

Image
sewaktu kecil sewaktu kecil dulu aku ingat ibu seringkali melarangku ke luar rumah bila sedang hujan lebat. aku ingat ayah bercerita pada kami tentang seorang raksasa jahat yang berkeliaran mencari anak-anak kecil dan memakannya hidup-hidup aku begitu ketakutan! karena itu aku saling berebut dengan kakak dan adikku mencari tempat sembunyi paling aman dalam sarung ayah tapi itu dulu, kini kami sudah besar dan tak satupun di antara kami yang hilang dimakan raksasa. kini kami sudah dewasa dan telah mengerti sepenuhnya apa arti cerita ayah. hanya saja bila sedang hujan lebat begini, terbayang lagi olehku wajah ibu dan ayah. saat ini mereka berdua tentu tak lagi cemas anak-anaknya akan dimakan raksasa, tapi mereka tetap tabah mengintai kami dengan cintanya, berdoa demi keselamatan dan kebahagiaan kami selalu 1995 daun, 1 pada suatu sore di bulan januari, angin yang biasa bertiup kencang itu mendadak terhenti di bawah sebuah pohon mangga, "maafkan aku,...

Pelajaran Tatabahasa dan Mengarang Taufik Ismail *)

Image
“Murid-murid, pada hari Senin ini Marilah kita belajar tatabahasa Dan juga sekaligus berlatih mengarang Bukalah buku pelajaran kalian Halaman enam puluh sembilan “Ini ada kalimat menarik hati, berbunyi ‘Mengeritik itu boleh asal membangun’ Nah anak-anak, renungkanlah makna ungkapan itu Kemudian buat kalimat baru dengan kata-katamu sendiri.” Demikianlah kelas itu sepuluh menit dimasuki sunyi Murid-murid itu termenung sendiri-sendiri Ada yang memutar-mutar pensil dan bolpoin Ada yang meletakkan ibu jari di dahi Ada yang salah tingkah, duduk gelisah Memikirkan sejumlah kata yang serasi Menjawab pertanyaan pak guru ini “Ayo siapa yang sudah siap?” Maka tak ada seorang mengacungkan tangan Kalau tidak menunduk sembunyi dari incaran guru Murid-murid itu saling berpandangan saja Akhirnya ada seorang yang disuruh maju ke depan Dan dia pun memberi jawaban “Mengeritik itu boleh, asal membangun Membangun itu boleh, asal mengeritik Mengeritik itu tidak boleh, asal tidak...

Ini Kiriman Puisi Dari Kawan Aku, BAH!

Image
BBM NAEK! Tambah banyak SIHOTANG Karena PANDAPOTAN terus MANURUNG! SAGALA Mahal TAMBUNAN kehidupan berat SIAMANJORANG miskin dan kaya makin BARASA Tipis HARAHAP Rakyat miskin sudah PANGARIBUAN Anak-anak nangis MARPAUNG-PAUNG Otak sudah SITOMPUL Tapi masih diminta sabar SITORUS! Keadaan makin GINTING Kepala pusing ber BUTAR-BUTAR Rambut nyaris POLTAK Sementara ada orang yang SIBARANI  TAMBUNAN Minyak Apa karena ke SILABAN Pemimpin Kita? Sehingga berani SIMORANGKIR janjinya? Tapi jangan SEMBIRING Menuduh? Mungkin karena kurang  HUTAGAOL? Atau karena tekanan si HUTABARAT? Oleh karena itu Kita jangan saling SILALAHI satu satu sama lain Saling ber NAINGGOLAN sesama anak bangsa Atau saling ber OLOAN-OLOAN antar Kita! Atau ber SITANGGANG dengan sesama Saudara! Kita harus SIADARI Bangsa ini ada di pinggir TOBING POHAN-POHAN banyak ditebangin Membuat hutan-hutan Kita GIRSANG BATUBARA Kita diambilin... PULUNGAN Trilyun ilang dilaut. Kita butuh pem...