Tentang Kehilangan
Dua batu gamping penanda pusara mendiang ibu sebelum dipasang subuh-subuh sehari setelah pemakaman. "Ibuku pernah menasihati, kekasih yang berani mengambil risiko kehilangan dirimu bukan perempuan yang tepat untuk dinikahi." Kata kawanku dengan mimik serius, lalu kembali sibuk dengan aplikasi obrolan di ponselnya. Walau sekadar menyalin ulang, nasihat ibunya cocok bagi yang merasa memiliki lalu takut kehilangan. Bukan buatku yang sedang belajar malu hati kalau sampai takut kehilangan sesuatu yang memang bukan milikku, nyawa yang membuatku bisa menulis sekarang juga bukan punyaku. Sengaja kudiamkan agar obrolan berlangsung singkat. Kami pun berpisah tanpa mencari tahu, mengapa ia menjadi bagian dari gelombang ke sekian yang memasuki wilayah yang beberapa tahun terakhir berusaha diubah orang-orang, tanpa menjelaskan di balik gelombang yang membawanya menemuiku dengan nasihat ibunya ada apa, siapa, dan mengapa. Tidak heran, besarnya imbalan dan idealnya ambisi, harapan ...