Surat-surat Yang Mestinya Kubacakan Di Sampingmu #2
Kembang di halaman 'Rumah Gadang' suku kami, suku mendiang Ibu, seusai pemakamannya 5/4/2017 Surat-surat yang kutulis buatmu memang kurencanakan untuk kubacakan di sampingmu, kemudian berbincang tentang isinya. Hampir seluruh pendek-pendek, sekitar 600 karakter atau dua kali ngetwit 300 karakter. Hanya tiga surat yang lebih dari 3000 karakter, lebih dari 300 kata. Surat pertama isinya singkat: " Jika kamu berpikir suatu hari kita akan bersama, maka kita akan bersama." Bukan Law of Murphy, aku bahkan tidak perlu berpikir. Bayangkan akan seberapa panjang jadinya pembicaraan tentang kemungkinan bersama, dan ‘Law of Murphy’ saat kita telah bersama. Isi surat kedua tidak kalah ringkas: “Perpisahan adalah ujian terbaik untuk takdir kebersamaan. Andai dugaanku benar, aku ingin berterima kasih pada mereka yang telah mengusahakan ujian ini untuk kita.” Surat ketiga: “Mengetahui rencanamu melanjutkan sekolah, aku tidak ingin membebanimu dengan rindu selama di sana. ...