Posts

Showing posts with the label film

Film "Losmen", Kenangan dan Masa Depan

Kemarin (akhirnya) menonton “Losmen” (2021) film layar lebar yang mengadaptasi serial televisi “Losmen Bu Broto” yang dulu tayang di TVRI pada tahun 80an.  Dua hari lalu “Losmen” masih tayang di XXI MP dan XXI Nipah, kemarin sisa Nipah, sepertinya sebentar lagi turun. Buruan kalau belum nonton.  Nonton pukul 18.30 Wita, awalnya cuma berempat di Studio 5, seorang di belakang (A8) juga sendirian, saya di B8. Di C8 dan C9 ada sepasang suami istri. Sekitar 5 menit tayang, menyusul 3 penonton lagi, total bertujuh di bioskop. Datang tidak membawa ‘gelas kosong’, bukan membawa referensi kisah dan interpretasi serial televisi “Losmen Bu Broto” di TVRI. Namun, kenangan menonton nyaris tidak melewatkan satu episode "Losmen Bu Broto" dari 35 episode sehabis "Dunia Dalam Berita" di TVRI dari tahun 1986 sampai tahun 1989.  Sehabis menonton “Dunia Dalam Berita” dengan Bapak, biasanya uni Iim segera memanggil bergabung dengannya dan Bapak di ruang tengah, “Main mi Losmen An!”. Kam...

Sehabis Menonton "Cold Mountain"

Image
"Jika cintamu tulus, maka kejujuran menjadi seringan bangun kesiangan di hari Minggu pagi." Tidak banyak film yang berhasil membuatku ingin menontonnya berulang kali sampai ingin menulis postingan blog yang sekian lama dianggurin. Film "Cold Mountain" (2003) salah satunya. Film yang diangkat dari novel berjudul sama, karangan Charles Frazier tahun 1861 dengan latar perang saudara di Amerika Serikat, di internet banyak reviewer yang menyebut filmnya lebih menarik ketimbang novelnya. Entah, belum pernah membaca novelnya, tapi kalau menyimak kuatnya dialog dalam film, mestinya novelnya juga sebagus filmnya. Dialog Ada Monroe ketika menghampiri Inman yang enggan masuk ke dalam ruangan karena kehujanan. Ada membawa baki keluar agar tidak mencolok ia keluar khusus untuk menemui Inman, ingin mengajaknya masuk. Mereka berbincang dengan satu dua kata. "Ini tidak seperti harapanku, kita hanya berdiri dan tidak berbicara. Tidak cukup jika hanya seperti ini....

La la Land, Resensi Suka Hati

Image
Selang seminggu nonton dua film, " Passenger " dan " La la Land ", keduanya rilis akhir tahun 2016 lalu, dan bagus karena mebuatku kepingin menulis resensi. "La La Land" duluan dapat jatah kutulis karena akhir kisahnya yang tidak sesuai harapan penonton (saya) walau tetap happy ending . Akhir kisah yang membuat keriuhan Pilkada DKI yang menjadi konsumsi nasional terlihat mati gaya sehabis menonton film ini. Mia (Emma Stone) dan Sebastian (Ryan Gosling) dua individu yang berusaha mewujudkan impiannya di kota Los Angeles, bertemu pertama kali di kemacetan jalan, sudah menggambarkan sosok 'kebaikan' dalam bentuk person (manusia) saat bertemu pertama kali. Sama-sama merasa baik, merasa paling berhak duluan mendapat jalan, tidak sabaran, sebelum saling mengumpat. Ada dua hal yang sanggup mengumpulkan dan menyatukan hampir semua hal di dunia, pertama nafsu dan keserakahan , dan yang kedua cinta . Layaknya semua ciptaan, nafsu dan cinta tidak ...

Kindness **

Image
** interpretasi habis nonton trailer Disney's - Cinderella 2015 dan OST -nya "Where there is kindness, there is goodness. And where there is goodness, there is magic." ~ Cinderella's Mom secret mantra. Awalnya nyari OST "Paddington", lagu calypso waktu si Paddington beruang hujan-hujanan tinggalkan rumah Mr. Brown dengan rasa bersalah, di ceruk bangunan era Victoria  ada band Carribean yang berteduh dari hujan main musik pas Paddington lewat. Epic, been there :D Cuma dapat satu lagu di youtube, "London is Place for Me". Kata kunci pencarian OST ngantar ke OST Cinderella . Komen klipnya asyik-asyik: “Its like if it was a person about to finish something they always wanted. The more courage = More happiness = A better world.”  “Maybe this music is supposed to be made to represent the ones who don't give up and have courage and be kind.” Ada yang komen intronya mirip lagu " Falling Slowly " dan tabuhan perkusi di tengah...

The Book of Life **

Image
** resensi suka-suka film animasi "The Book of Life"   Sehabis nonton "The Book of Life" bareng ponakan-ponakan, tersisa satu pertanyaan. Apa semua orang pernah benar-benar jatuh cinta? Atau apakah semua orang pernah mendapat kesempatan untuk jatuh hati? (jatuh hati ndak pake tagar :p ) Karena, bila setiap orang pernah merasakan jatuh cinta, dunia tidak buruk-buruk amat jadi sorga semasa hidup.  Mungkin itu sebabnya dulu (jauh sebelum riuh) suka iseng jatuh cinta, suka iseng membuat perempuan jatuh hati, Diterima atau ditolak, cinta akan membaikkan, hati akan terlahir kembali. Kapok setelah mendapati, menjaga satu hati yang jatuh, memastikannya terlahir kembali jadi lebih baik, tidak mudah. Ternyata cinta tidak seiseng yang kusangka.  Belakangan baru tahu juga, tidak hanya lawan jenis atau sesama manusia, atau semua mahluk hidup, benda (yang dianggap) mati pun bisa jatuh hati. Pernah tunjukkan cinta yang tulus pada ikan peliharaan di kolam, pada ma...

Cinta dan Gravitasi **

** interpretasi suka-suka film "Interstellar" "Cinta dan gravitasi tidak terikat ruang dan waktu." Asyik, ilmu pengetahuan (fisika quantum) di film ini berdamai dengan absurditas cinta. Pas, contoh unconditional love (not even need chemistry or hormonal) adalah cinta ayah (Cooper) pada putrinya Murph. Seru, karena menyandingkan "cinta" dan "gravitasi" sebagai dua hal yang 'merdeka' dari ruang dan waktu. Bila gravitasi adalah bentuk fisika dari cinta yang abstrak, maka cinta se-maha apa yang ada pada blackhole ? Pantas, kaum sufi menggunakan cinta untuk semua perkara. ***

Her

Kemarin unduh "Her", film tahun 2013. Settingnya agak absurd, Theodore jatuh cinta pada operating system komputernya, Samantha , punya kecerdasan virtual, bisa belajar, punya emosi, dan keinginan. Bila tidak terfokus ke absurdnya hubungan antara manusia dengan 'mesin', ada banyak 'pesan' yang coba disampaikan film ini. Salah satunya, adegan Samantha mengakui selain dengan Theodore yang membeli OS dan menginstall, dia juga menjalin cinta dengan 641 orang dan OS lain. Theodore patah hati. Rupanya Theodore belum pernah dengar joke  lawas tentang OS Win 3.1, nice graphical user interface, multi-task, multi-media, but multi-user too. Rasanya bukan joke tadi maksud film tersebut dengan Samantha yang menjalin cinta total 642 termasuk Theodore, tapi masih bisa setia dengan masing-masing mereka. Biar masuk akal kenapa bisa menjalin 642 cinta bersamaan. Setidaknya dalam PC yang mengoperasikan OS Samantha, ada 10 inti processor dengan 64 bit instruksi bersamaan. 1...

Film: "American Hustle"

Kalau belum lama habis nonton "Closer" (2004) terus nonton "American Hustle", kesannya mungkin sama, tentang kekuatan terbesar perempuan, absurditas. Bila tokoh perempuan dalam kedua film tersebut laki-laki, keputusan-keputusan besar yang mereka ambil mesti berbeda. Laki-laki akan berusaha (sok) rasional, sekalipun tentang cinta, perkara paling absurd di muka bumi. Intrik tipu-tipu dan agen FBI yang (kelihatan) idealis tapi sebenarnya mengejar popularitas, sudah biasa. Kenyataan, bahwa menjalankan jabatan politis (walikota Atlantic City) di masa sekarang demi kepentingan yang lebih besar, masyarakat di kota yang dia pimpin, akan sulit bila tidak kompromi dengan hal-hal yang melanggar hukum, juga tidak terlalu istimewa, masih ada pejabat publik yang berhasil tanpa berkompromi dengan apapun yang melanggar hukum, sekalipun untuk kebaikan masyarakat mereka. Entah siapa, masih ada pokoknya, atau akan ada. Kalau saya, lebih suka mengamati karakter dua tokoh perempuan ...