Posts

Showing posts with the label Buku

Berbagi Catatan Kecil #1

Image
Setiap membaca buku non-fiksi, biasanya mencatat beberapa bagian dari buku yang sedang kubaca. Kadang bagian dari dalam buku tersebut, juga pemikiran yang melintas saat membaca satu paragraf, atau satu bab. Jadi ini bukan resensi, mana pantas membuat penilaian atas "Rahasia Yang Mahaindah. Sempat ragu memuat catatan kecilku di sini setelah membaca sekilas hadis yang redaksinya kira-kira: "Termasuk kezaliman jika membagi hikmah kepada mereka yang tidak mau menerimanya, dan termasuk kezaliman jika tidak berbagi hikmah kepada mereka yang membutuhkan." Duh, Gusti Allah. Buru-buru mencari kembali teks hadis tersebut, sebagai alasan tidak jadi memuat catatan kecilku di sini, tetapi tidak ketemu. Semoga kegagalanku menemukan redaksi hadis tersebut pertanda untuk memuat catatan kecil setelah menamatkan Bab I, yang kumulai dengan Basmalah dan pikiran berikut: "Tidak menjadi wali tidak mengapa, jelas itu bukanlah tujuan ketaatan dan menghamba, hamba lebih takut bila ma...

Resensi Suka-Suka: "Picatrix" Bagian #3 - Selesai

Image
Ralat Resensi Suka-Suka Bagian #1 : Ghayat Al Hakim bukan nama pena atau nama asli penulis "Picatrix", tetapi judul asli buku ini dalam bahasa Arab sebelum diterjemahkan ke bahasa latin (Jerman, Perancis dan Inggris) yang kemudian diberi judul "Picatrix". Ghayat Al Hakim berarti 'Puncak Pencapaian Hikmah'. *** Talismant, alias Alchemist, alias Arif Bijak, alias Panrita Istilah dua yang terakhir di atas, sudah akrab dengan bangsa di Nusantara, dengan pemaknaan dan perspektif masing-masing. Picatrix lebih banyak menggunakan istilah 'Talismant' untuk menyebut seseorang yang memahami dirinya, orang lain, ciptaan lain, gugusan bintang dan planet, keadaan, kejadian yang telah dan mungkin akan terjadi, berikut kemungkinan mengubah dan caranya. "Picatrix" mengakui adanya ruang yang merupakan preoregatif Allah Ta'ala, tak bisa diubah oleh Talismant sedigdaya apa pun. Talisman secara rasa, setara dengan makna Arif Bijak, Ki a...

Resensi Buku Suka-Suka: "Picatrix" Bagian #2

Image
Cuitan di atas, sampai hari ini belum terwujud tuntas. Pernah beberapa kali berhenti, tak pernah bertahan lama. Rekor terlama sebelum ke Jakarta 19 Desember 2017 lalu, hampir sebulan. Beberapa minggu lalu berhasil 4 hari berhenti. Berbeda dengan cuitan tahun 2008, cuitan tahun 2010 menjelang meninggalkan Palu kembali ke Makassar, terwujud dua kali, tahun 2014 dan tahun 2016. Cuitan ini seumuran dengan niat setengah hati berhenti ngerokok dan sama-sama belum terwujud :| Sebenarnya hampir terwujud beberapa kali tiga tahun terakhir, tapi dia keburu ke sono. Ndak apa, belum terwujud mungkin karena 'life map' milikku belum kuberi tahu, atau sebaiknya kita membuat satu peta saja? Peta kita. Kekuatan Kata, Do'a dan Mantra Bukti bahwa pilihan kata dan kesungguhan ketika mengucapkan ikut mempengaruhi ikhtiar, telah kami alami sendiri. Cuitan pertama, berdasarkan pilihan kata dan suana hati dan pikiran jelas tidak sesungguh-sungguh cuitan kedua yang lebih mirip do...

Resensi Buku Suka-Suka: "Picatrix" Bagian #1

Image
Buku ini kutemukan tak sengaja tahun 2018 lalu ketika mengumpulkan resensi bacaan sebelum menulis kumpulan esai 'Sketsa Indonesia' , kemudian mengunduh PDF-nya, dua dari empat seri "Picatrix" beberapa hari menjelang Ramadan seperti sekarang. Menjadi teman begadang, selingan sehabis membaca satu ayat dan hadits sehari. Buku ini katanya kitab sihir abad pertengahan yang diterjemahkan ke bahasa Inggris dari bahasa Arab. Tentang sihir, pemahamanku untuk sekarang, baik yang putih atau hitam, sumber kekuatannya sama, keyakinan, dan dikotomi sihir hitam atau putih dibedakan oleh medium, cara, peralatan, pembantu, dan utamanya niat serta tujuan melakukan praktik sihir tersebut. Keyakinan yang bersumber dari sihir (baik yang diklaim sebagai sihir putih dan shir hitam) menurut kami tingkatannya berada di bawah keyakinan dalam beragama. Keyakinan dalam sihir selesai ketika mencapai keinginan dalam praktik sihir, sementara keyakinan dalam beragama di tahapan mengenal Tuha...

Resensi Buku Suka-Suka: "Picatrix"

Setelah membaca buku I dan  buku II, benar selalu ada hal-hal baik sekalipun dibalik sesuatu yang cenderung berkonotoasi negatif, seperti sihir misalnya. "Picatrix" ada enam buku, cuma nemu dua buku yang tersedia versi PDF dan bisa diunduh gratis (entah bagaimana awalnya sampai bisa menemukan link untuk mengunduh Picatrix, membacanya, kemudian riweh sendiri). Walaupun "Picatrix" dimulai dengan 'Basmalah' dan banyak menaruh catatan bahwa setiap sihir, upaya, hanya akan berhasil jika disetujui Tuhan untuk mewujud, tetapi di bagian lain ditekankan pentingnya menselaraskan diri dengan makro-kosmos untuk jaminan keberhasilan setiap usaha sihir. Sementara baginda Nabi SAW tegas melarang mengaitkan nasib, takdir, dengan bintang, kicau burung, dan hal-hal lain yang lebih tepat dianggap sebagai pertanda sebuah takdir dan nasib, bukan penentu takdir dan atau nasib. Bisa sekali aku yang awam dengan sihir salah, dan mungkin sekali Ghayat Al-Hakim benar, atau kami berdua...

Tambahan Review Novel Atheis

Kemarin baru menulis review novel klasik, Atheis . Novel karya Achdiat K. Mihardja diterbitkan Balai Pustaka tahun 1948, yang tema dan pesannya masih relevan sekarang, 68 tahun kemudian. Kepingin menambahkan di halaman reviewnya , tapi ada aturan dilarang mengubah apa yang telah dimuat setelah batas unggah review semalam pukul 24.00, karena akan dikompetisikan. Padahal masih banyak yang ingin ditambahkan. Di sini saja tambahannya. Ada semacam euphoria, melihat bagaimana sastrawan 68 tahun silam telah bergelut dengan hal yang kini masih relevan, hingga masih ingin mengulasnya malam ini. Meski coba disamarkan, namun masih terasa Achdiat melalui novelnya mencoba merekonstruksi pondasi bangunan keyakinan beragama dan pondasi ketidakyakinan kaum rasionalis-atheis pada Tuhan. Titik Temu Atheis dan Theis Titik temu atheis dan theis ada pada kisah Ibrahim mencari Tuhan. Nabi Ibrahim Alaihissalam, tidak sekedar mempertanyakan eksistensi tuhan di masyarakat dan di keluarganya sendiri. ...

Bebas Berkendak tapi Hendakpun Tidak..

Image
Tidak ada yang benar-benar salah atau rusak, bahkan jam dinding mati, dua kali dalam sehari menunjukkan waktu dengan tepat. ~ pepatah kuno ada di "Brida - PC"