Posts

Showing posts with the label Koes Plus

Why Do You Love Me

So sweet and tenderly.. ~ Koes Plus Masih terinspirasi Koes Plus, masih terkenang Murry. Masa kecilku bahagia, bila ukurannya lagu-lagu apa saja yang bisa terdengar dari radio tape transistor milik ayah atau dari koleksi kasetnya. Pemutar piringan hitam, ada tapi sudah rusak di gudang. The Panbers, Koes Plus, The Beatles, Keroncong, Campur Sari, Saluang, banyak tidak semua kuingat. Ayah dosen biasa di PTN, gajinya tidak akan mencukupi untuk semua peralatan elektronik miliknya, tekad dan berkah nafkah halal yang memampukan. Waktu SD kelas 5, teman-teman sekolah yang kebanyakan dari kalangan yang lebih lapang, sudah mulai pakai sepeda ke sekolah. Jadi kepingin punya sepeda juga. "Apa tanpa sepeda kamu tidak bisa belajar? Kalau masih bisa, berarti tidak penting. Ayah usahakan belikan, apa saja kebutuhan sekolahmu dan 7 saudaramu, sepeda belum penting. Masih lebih hemat seperti sekarang dengan becak langganan." Saya dan 2 orang kakak satu SD, langganan antar jemput dengan bec...

Kolam Susu

Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu. Tiada topan tiada badai kau temui, ikan dan udang menghampiri dirimu. Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman.  Kolam Susu ~ Koes Plus. Selamat jalan ‘Murry Koes Plus’.  Kemarin menulis catatan acak, judulnya ‘Indonesia Incorporated’. Salah satu cara menjaga otakku tetap ‘waras’ dengan sesekali diajak mikir dan menulis topik lepas yang sok serius. Bila urusan satu itu mulai kembali riuh. Pepatah: “yang waras mengalah”, cocok digunakan hampir di semua kondisi, kecuali perkara cinta. Karena saya tidak mau mengalah, pepatahnya jadi; yang waras menulis. Udah, gitu aja curcolnya. ***  Lirik lagu “Kolam Susu” termasuk lirik yang visioner. Sejak tahun 70an sudah melihat ‘kodrat’ negeri kita, untaian mutiara hijau di atas lautan. Dua ‘kekayaan’ yang tidak akan habis, karena siklusnya utuh tak putus. Perikanan konvensional seperti saat ini, memang belum seutuh siklus pert...