Posts

Terjun Bebas

Image
senja di muara sungai Je'neberang Makassar Sept 2012 | @aanburhany Katanya untuk tahu suhu air laut pas untuk berenang atau tidak, jangan mengukur hanya dengan mencelup tangan atau kaki, tapi dengan terjun bebas, masuk ke dalamnya. Tugasku nambah, harus mendesain sesuatu yang bila rancanganku diterima malah bisa pindah kemari, bukan hanya menemani ponakan beberapa hari melewati masa-masa paling galau dalam hidup mereka, masa puber. Masa mencari panutan, kemudian biasanya diikuti dengan menjiplak idolanya bulat-bulat. Semoga tokoh panutannya tidak jauh-jauh dari lingkungan keseharian mereka, kalau berjauhan dengan idolanya (artis negeri sono misalnya) sulit menjawab pertanyaan atau kebingungan akibat tingkah-polah panutannya. Setidaknya mereka punya pembanding untuk menjawab kebingungannya. Pengalamanku melewati masa puber mau aku bagi ke mereka beberapa hari ini. Buatku titik kritis "pertumbuhan" mental manusia pertama di usia 1-5 tahun, di usia ini bila mere...

No Need To Worry

Dari kemarin ikuti berita di internet tentang film "anti Muhammad" dan akibat yang ditimbulkan. Majalah Times menyebut produser filmnya benar-benar konyol . Tadinya mau bereaksi keras berupa artikel/postingan wujud protes dan tidak terima Nabi SAW dilecehkan, tapi rasa-rasanya itulah tujuan si pembuat film, menyeret kita ke level yang sama dengan kebenciannya. "Boneka trolls": hidup dari kemarahan dan kebencian terhadapnya, tanpa itu, ia mati sendiri . Rasul SAW ditimpuk kotoran saja masih tetap senyum. Kita juga bisa setabah itu, bila memiliki kesadaran, yang menimpuk mungkin belum tahu kalau memelihara kebencian di hati itu bagai punya "neraka" eksklusif milik sendiri dalam diri.

Kesadaran Semesta

Setiap melewati jalan Kumala, kadang juga sejak keluar dari rumah di jalan daeng Tata, mataku selalu melirik apa saja, mendengar apa saja, mencium bau apa saja, tanpa diniatkan sebelumnya. Biasanya saat sudah mau keluar, kepalaku fokus mikirin gimana mencapai target dan tujuanku keluar rumah. Tentu ada tujuan yang absurd, seperti pengen keluar aja. Ada juga tujuan yang konkrit seperti menyelesaikan pekerjaan di suatu tempat. Kadang juga ada interupsi sesaat sebelum keluar, ibu yang mengingatkan makan dulu, ponakan yang manggil karena belum salim, dll. Toh proses mendengar, melihat dan mencium tanpa diminta tetap berlangsung. Informasi-informasi ini tidak semua berlanjut menjadi "kepikiran" beberapa hanya numpang sebentar di "short term memory" sebelum mekanisme "flush" atau "timpa data lama dengan data baru" mengenainya. Motor yang aku kendarai, lobang, tikungan jalan, asumsi rata-rata pengguna jalan lainnya, kebiasaan mereka, dan beberapa uns...

The First Cut is The Deepest

So does the second, third, fourth and after..  Selain tempat, aroma, warna, dan penanggalan. Lagu juga ‘mesin waktu’ yang hebat.  Pertama dengar lagu ‘The First Cut is The Deepest’ versi penyanyi asli Rod Stewart. Masih SD apa SMP, nguping dari kamar kakak, tidak banyak cerita berbeda dengan versi Sheryl Crow.  Malam minggu main judi sambil menunggu taruhan hasil pertandingan bola liga asing, setelah hasilnya ketahuan, sudah bisa berhitung hari Selasa nanti nyetor atau tidak ke bandar. Atau kalau masih mau pasang taruhan untuk pertandingan yang baru main hari senin dini hari, kita sudah punya ancang-ancang, sisa berapa modal yang bisa ‘diinvestasikan’ dan pada kesebelasan mana. Bisa draw, atau cutting loses bisa juga bangkrut.  Dalam jangka panjang, taruhan bola dan judi apa saja layaknya ‘investasi’ saham atau mata uang, dengan resiko kerugian sebesar kemungkinan untungnya. Satu berbanding satu. Dalam rentang waktu tertentu bila ‘main aman’ dan uangnya tetap ada di ...

Tuan, Ajarkan Aku Tentang Ikhlas

Image
Langit masih jingga. Selepas subuh di suatu pagi bulan oktober yang basah sebelum milenium, ombak bergulung, gerimis dan angin laut. Di ujung dermaga kayu pulau, ia berdiri basah sendiri. Pemuda berambut  ikal dan panjang, bagai batang kelapa menanti ombak menyentuh pucuknya. Dua orang kawannya dari kejauhan sambil menyeruput kopi panas, bergumam, "Karena ia, pagi ini basah dan laut mengabarkan rindu."  "Semalam ia baru saja menantang nasib dan takdirnya, tak menang, tak juga kalah." sahut kawannya satu lagi. "Bila pertarungan bukan lagi untuk menang dan kalah, bukan pula cari perkara, apa binasa yang dicarinya?"  "Sekarang memang musim angin makkah, angin barat. Bila ada nelayan berani melaut hingga ke laut lepas, berarti sudah tak ada lagi yang bisa dimakan," sahut pak Hamzah dari belakang mereka, kental bau ballo* dibawa angin bersama suaranya.  "Panggil kawan kalian masuk, ada cukup ballo untuk hangatkan pagi." ...

Hyper Realistic

Image
Posting ini inspirasinya kemarin, kepikiran jangan-jangan HDR (hyper density reality) tidak hanya dikenal dalam dunia seni rupa/lukis dan fotografi, tapi juga di twitterland dan kehidupan keseharian. Menyusul pertanyaan lain setelah kepikiran dimana saja bisa aku temui hyper-realistic ini, kenapa disebut hyper-realistic , bukan fake-reality atau reality-disorder ? **Maap pake bahasa Inggris, belum nyari padanan yang pas dalam bahasa Indonesia, pertama dengar dan paham istilah hyper-realistic   itu udah dalam bahasa londo , waktu masih suka ngelukis.

Aku Mewariskan Apa?

Image
"Lost in Port" | anak pelabuhan, 2012, paotere, makassar, indonesia Apa yang akan kita wariskan pada anak-anak Indonesia? Selain utang, kesemrawutan, petantang-petenteng memonopoli kebenaran, unjuk serakah dan beragam contoh buruk lainnya? Satu orang satu kebaikan bisa sama dengan 200juta kebaikan untuk mereka kelak, mari dari diri masih-masing. Warisan terbaik adalah ilmu yang bermanfaat ~ Ali bin Abu Thalib