Debat
Sekitar tahun 1999, beberapa tahun setelah resmi meninggalkan lingkungan kampus secara fisik, karena jatuh cinta pada dunia praktik. Tempat di mana aneka teori, hukum, dan hipotesa lahir kemudian terlahir kembali, mendadak seorang kawan menelepon. Mengajakku kembali ke kampus. "Gratis. Cuma sehari, makan siang, kopi, dan yang terpenting, ada perdebatan dengan gambaran dan suasana berbeda yang kau miliki selama ini, tidak seperti rapat-rapat settingan pengkaderan kepemimpinan di organisasi kampus, atau yang kau lihat di tipi-tipi," katanya panjang lebar, berusaha menghilangkan keraguan yang tergambar jelas dalam suaraku. "Debat tentang apa? Antar siapa atau antar apa?" "Topik debatnya saya sama tidak mengertinya denganmu, tentang kesehatan calon ibu untuk menekan angka kematian bayi dan ibu." "Lalu apanya yang penting?" "Lihat dan nilai sendiri, saya pernah mengikuti sekali. Debat tertutup, tapi denganku kita bisa duduk di bangku pa...