Kudus
malam kudus, sunyi senyap, semua berpendar, semua terdiam. Beberapa teman dan sahabat memeluk beragam agama dan kepercayaan. Kami sering diskusi, kadang hingga ke aqidah. Diskusi, bukan debat, karena tidak ada pihak yang diserang lalu satunya lagi bertahan. Tidak berdebat karena kesadaran, soal aqidah dan keimanan, sudah bukan wilayah kekuasaan manusia. Manusia tidak bisa memilih, mau lahir dari keluarga majusi, nasrani, yahudi, budha, hindu, muslim atau atheist. Nanti setelah berakal sedikit, baru mulai muncul klaim-klaim paling benar. Bahkan ada yang begitu sibuknya mengklaim, hingga apa yang diyakininya sebagai jalan kebenaran tidak juga selesai dilaluinya. Malam natal beberapa tahun lalu di rumah mendiang, usai menonton 'boxing day' liga Inggris, sama-sama terdiam di depan layar televisi, menikmati orkestrasi lagu Holy Night. Meski muallaf sejak menikah, setiap menjelang Natal rumahnya dihiasi pernik Natal, untuk saudara-saudara dan ibunya. "Ajarkan saya tent...