Isra' Mi'raj dan Bangun Pagi

Bangun pagi buatku barang mewah yang bisa aku dapati pas liburan dari Palu, ke Makassar. Di sana harus tidur paling lambat pukul 1 malam, bangun pukul 5 subuh atau ponakanku si Ariel bakal nyolok-nyolok hidungku dengan jempolnya, sambil teriak-teriak. Kemarin subuh, 15 menit sebelum Ariel menerobos masuk dan mulai main-main dengan lubang kupingku aku sudah bangun oleh azan subuh dan angin berkesiuh sejuk. Melihat agenda di hape tidak ada yang aneh dengan hari ini. Nanti liat mama-papanya si Ariel di bawah lagi nyuci tabungan pakaian kotor mereka seminggu, pasti tanggal merah. Begitu tahu hari ini Isra' Mi'raj, hatiku mundur beberapa tahun ke belakang, ke zaman MH. Ainun Nadjib masih muda, waktu itu aku baru tamat SMA. "Menghitung dari 0 ke 99 lalu kembali ke 0" "Indonesia, Desa Kecil Kami", beberapa buku yang dibahas saat itu di Gedung IMMIM Makassar selain tema utama diskusi ketika itu, tentang Isra' Mi'raj. Aku ingat pada diskusi hari ...