Menulis Ulang Kisah Lama *
* rasanya sudah pernah kuposting, yang ini menggabungkan dua postingan jadi satu. Alkisah pada jaman dahulu kala, di pelosok gunung ada sebuah majelis pengajian yang dipimpin oleh seorang arif. Usianya yang makin sepuh mengingatkannya agar segera menyiapkan pengganti, siapa kira-kira diantara 100 orang muridnya yang hampir tamat bisa meneruskan mengajar dan menyebarkan kebaikan. Di sebuah majelis kebaikan, seringkali di antara 1000 murid yang menerima sertifikat kelulusan, hanya ada 1 yang menerima sertifikat mengajar. Bahkan bisa bukan dari kalangan murid yang meneruskan. Seperti alam, kebaikan juga memiliki caranya sendiri menjaga diri. Sang guru butuh sendiri untuk berpikir. Bahkan cinta membutuhkan waktu untuk sendiri, seperti lirik lagu kesukaannya. Keesokan usai subuh seluruh murid dikumpulkan di pendopo. “Hari ini kalian semua boleh turun gunung, pulanglah ke rumah, ke kampung, sebarkan kebaikan yang kalian pelajari di sini.” “Terima kasih guru, kami memang sudah rind...