Beberapa Riwaya Hidup Ibn Arabi yang Mengesankan
Awal kenapa mencari sebanyak mungkin literatur tentang beliau yang bisa ditemukan di internet, setelah tak sengaja memasukkan namanya dalam dialog di salah satu karangan fiksi, ketika seorang istri yang kolektor buku filsafat (salah satu karya Ibn Arabi yang pernah kubaca sekilas kukategorikan buku filsafat) bergurau dengan suaminya yang kolektor buku sastra. Tadinya ada dialog seperti ini: Istri: "Sastrawan bisa dikategorikan filsuf, tapi KW. Ketidakmampuannya mencapai kebenaran hakiki tertolong oleh kemampuannya merangkai indah kata-kata." Suami: "Filsuf sebenarnya kepingin jadi penyair, tapi gagal. Belum bisa menyampaikan kebenaran dalam bahasa yang bisa dipahami oleh bunga yang mekar dan hangatnya matahari pagi. Kata-katanya kuncup, tidak mekar mewangi." Terima kasih Tuhan, ternyata dalam diri tiap manusia sudah ada "auto correct". Ketika menulis filsuf sebenarnya kepingin menjadi penyair, ingatan menegur. Al Ghazali banyak menulis syair indah,...