Salah Kalau Menganggap Orang Kampung Itu Bodoh-Bodoh
Tentu mereka akan nampak "bodoh", bila kita memakai kacamata "orang kota". Kacamata yang berfilter angka-angka statistik. Angka jumlah sarjana, angka pendapatan perkapita, angka keluarga sejahtera, angka jumlah pemilih dan angka-angka lain. Kalau dibalik, bagaimana bila mereka yang memandang orang kota? Entah filternya apa, yang jelas mereka tidak akan semudah kita "mengkonversi" manusia menjadi angka. Hampir semua kampung (dan beberapa pulau) di Indonesia yang sempat aku singgahi miliki kearifan yang sama. Kesederhanaan yang lahir dari kebersahajaan dan kejernihan hati. Mengenal cukup dari syukur dan sabar. Logika, nalar dan filsafat mereka mumpuni. Mungkin karena "induk ilmu pengetahuan" itu homogen dengan hati dan pikiran yang jernih. Tentang politik? Mereka tidak sebodoh yang dipikir oleh (sebagian) politikus di kota. Baru sekali nongkrong di lapau (warung kopi kecil) depan surau, nguping pembicaraan para petani, sopir angkot dan pare...