Dear My Future Lovely Wife..

Setelah semua keinginanmu itu kau utarakan, boleh aku sampaikan keinginanku? Aku ingin kau ada di sini, sekarang, atau kau lebih suka ada dalam buku rahasia tergantung pada pohon besar di lauhful mahfudz daripada turun ke bumi menemaniku? Tadi malam seorang kawan mengeluh padaku tentang istrinya, "Adakah istriku itu menganggap aku suaminya, atau ia menikahi aku untuk mimpi-mimpinya sendiri? Untuk apa kami bersama bila selalu "dia", "aku" tanpa "kita". Aku seperti jembatan tol yang dinikahinya agar dia lebih mudah mencapai semua inginnya. Entah, apakah setelah semua dicapainya aku akan ditinggalkannya juga, seperti meninggalkan gerbang tol." Dengan "sok tahu sekali" seolah pernah jadi suami. Kuberitahukan padanya bahwa salah satu tugas seorang suami adalah mendidik istrinya, membenarkan bacaan Al-Qur'an istrinya yang salah, dan menjadi pemimpin keluarganya. Kau tidak harus menjadi jalan tol baginya yang akan diinjak saat d...