Wednesday, April 1, 2015

Satu Bis Kekuasaan **

** terjemahan suka-suka arti kalimat abuse of power

Habis ngedit postingan "Membangun Peradaban #1" nambahin beberapa kutipan ayat Qur'an, buka twitter sebentaran, lagi rame pemblokiran situs dan penarikan buku agama Islam yang mengajarkar radikalisme. Gugling tapi belum dapat artikel yang bisa terbaca jelas bagian yang dianggap mengajarkan kekerasan.

Kalau mau jujur, ada beberapa hadit's dan ayat Qur'an yang bila tidak diikuti penjelasan tambahan tentang konteks utuh, mulai dari merunut ayat sebelum dan sesudah, konteks surah di mana ayat tersebut tertulis, hingga sejarah mengapa ayat atau hadits tersebut diturunkan, isi tekstualnya kekerasan. Apakah lantas membuat umat Islam yang berpegang kepada Hadits dan Qur'an menjadi pelopor kekerasan? Hanya sebagian kecil. Sebagian besar masih tetap berpegang teguh kepada apa yang dicontohkan Rasulullah SAW, menjadi rahmat bagi alam semesta.

Proses sebuah "teks" yang dibaca manusia sebelum menjadi paham, kemudian dijadikan ideologi, lalu menjadi gerakan atau aksi, lumayan panjang. Banyak persimpangan harus dilalui terlebih dulu, di mana pemahaman dan tafsiran terhadap sebuah teks akan diluruskan kembali.

Bandingkan dengan kekerasan dan kejahatan lainnya yang tidak 'diajarkan' melalui teks, tapi dicontohkan. Kita memblokir semua situs yang menghasut, menghujat tapi tontonan dari mereka yang mestinya jadi teladan tidak diblokir. Panjang mana proses yang dibutuhkan oleh orang banyak sebelum mencontoh, antara menonton laku dengan membaca teks?