Tuesday, September 9, 2008

Absurdnya Cinta Versus Akal Sehat

Rieke Dyah Pitaloka yang sarjana Filsafat pernah mencoba menjabarkan cinta itu dengan dalil-dalil filsafatnya dan mencoba membuat cinta kelihatan logis, namun apa yang terjadi, Rieke nikah bukan dengan laki-laki yang telah lama dikenalnya, tapi dengan laki-laki yang baru saja dikenalnya dan dia bilang dia jatuh cinta lalu menikah dengannya.
Entah kawanku itu dapat informasi dari mana, tapi itulah yang aku obrolin dengannya sambil menunggu buka puasa tahun lalu di Makassar.

Absurd versi id.wikipedia.org: Pembuktian melalui kontradiksi (bahasa Latinreductio ad absurdum, 'reduksi ke yang absurd', bahasa Inggrisproof by contradiction, 'bukti oleh kontradiksi'), adalah argumen logika yang dimulai dengan suatu asumsi, lalu dari asumsi tersebut diturunkan suatu hasil yang absurd, tidak masuk akal, atau kontradiktif, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa asumsi tadi adalah salah (dan ingkarannya benar). Dalam disiplin matematika dan logika, pembuktian melalui kontradiksi merujuk secara khusus kepada argumen dimana sebuah kontradiksi dihasilkan dari suatu asumsi (sehingga membuktikan asumsi tadi salah)
Argumen ini menggunakan hukum non-kontradiksi - yaitu suatu pernyataan tidak mungkin benar dan salah sekaligus. Frase Latin reductio ad absurdum berasal dari frasi Yunani ἡ εἰς ἄτοπον ἀπαγωγή yang berarti sama, digunakan oleh filsuf Aristoteles
Waaaa. Makin absurd aja definisi absurdnya. Satu hal yang kami simpulkan dari obrolan sore itu, kesimpulan yang mengamini kesimpulan-kesimpulan sebelumnya juga lirik lagu dan puisi cinta, cinta memang absurd dan tidak masuk akal. Kisah Sam Pek Eng Tay, Laila Majnun seolah menjadi ikut jadi pembenar bagaimana absurdnya cinta itu.
Gak tau aku mo nulis apa lagi... Beneran... Absurd sih! :D