Thursday, June 17, 2010

Sehabis Membaca Surat Cinta BJ Habibie

Di sini. Saya jadi tidak bisa konsentrasi dengan pekerjaanku. Katakanlah surat itu hoax atau palsu, bukan dari pak BJ Habibie, tapi penulis surat itu menulisnya dengan hati. Apa yang ditulisnya menerobos berlapis filter di kepala, langsung tembus masuk ke hati.

Surat itu mengakui semua lelaki memiliki kecenderungan mendua, begitu juga perempuan yang hanya bisa "disembuhkan" oleh pasangannya. Surat itu mengakui bahwa kesetiaan dan cinta itu kerja team, bahu membahu hingga mencapai apa yang disebut saling mencintai karena Allah, sesuatu yang membuat Ali RA dengan istrinya Fatimah bercanda, suatu hari nanti kehadiranku di sorga akan membuat para bidadari yang menunggu Ali di sana cemburu padaku.

Surat itu mengakui, seberapa kuat pun kita mempersiapkan diri untuk sebuah perpisahan oleh kematian atau sebab lain, kenyataannya kita tidak akan pernah siap. Satu-satunya yang bisa dilakukan hanyalah menerima kehendak-Nya, bukan melawan.