Monday, July 14, 2008

Inkonsistensi

Konsisten itu barangkali seperti matahari yang menjenguk bumi tiap pagi dan berlalu saat adzan magrib, besok begitu lagi, besoknya masih gitu, begitu seterusnya sampai kiamat tanpa peduli berapa persen dari mahluk bumi yang suka disinari dan berapa persen lagi sisanya yang memaki. Matahari tidak demokratis ya? Tidak peduli suara mayoritas, tapi konsisten.

Aku dapat julukan baru, Mr. Inkonsisten. Tadinya dalam hatiku ada penolakan sih, tapi tadi barusan setelah memeriksa track recordku ke belakang ternyata memang lebih banyak tidak konsistennya. Bukan pembenaran, tapi  sepertinya memang  otak kananku lebih dominan atau memang kubiarkan dominan, akibatnya aku kalo dalam ilmu statistik range sampling errornya menjadi luas, begitu acak dan random. Kalau kata nyokap, ilmu katak (tapi yang belum direbus kayak blog di bawah) lompat sana lompat sini. Sifat yang jelek apalagi kalau dipakai memimpin orang lain.

Hampir lupa.. Si Dwi ama Yamin kemaren dah nikah di Makassar, selamat ya buat kalian. Insya Allah sakinah warahmah mawaddah, amin.. (Nah! Julukan baru lagi nih! Tidak sistematis! Hehehehe... Timbang lupa? Mumpung ingat ya ditulis aja sekalian..). Blog kodok rebus di bawah itu juga bukti tidak konsisten, yang sempat baca dua hari yang lalu pasti ngeliat isinya udah beda dengan yang sekarang, trus video youtube Eva Cassidy - Fields of Gold juga ilang, rame banget sih jadinya. Kalo si Sting yang nyanyiin bagian berwarna merah aku mendengar bisikan lirih laki-laki yang menunggu jawaban, tapi pas denger Eva Cassidy yang nyanyiin teks lirik yang berwarna merah.. Aku nggak mendengar apa-apa, tapi aku melihat tatapan cinta perempuan yang selapang semesta..

You'll remember me,
When the west wind moves
Upon the fields of barley.
You'll forget the sun
In his jealous sky,
As we walk in fields of gold.

So she took her love,
For to gaze awhile
Upon the fields of barley.
In his arms she fell,
As her hair came down
Among the fields of gold.

Will you stay with me?
Will you be my love?
Among the fields of barley.
We'll forget the sun
In its jealous sky,
As we lie in fields of gold.

See the west wind move!
Like a lover's soul
Upon the fields of barley.
Feel her body rise,
When you kiss her mouth
Among the fields of gold.

I never made promises lightly,
And there have been some
That I've broken,
But I swear in the days still left,
We'll walk in fields of gold,
We'll walk in fields of gold.

Many years have passed
Since those summer days
Among the fields of barley.
See the children run,
As the sun goes down
Among the fields of gold.

You'll remember me,
When the west wind moves
Upon the fields of barley.
You can tell the sun,
In its jealous sky,
When we walked in fields of gold.
Waaaah!!. Makin parah inkonsistensinya! Tapi anehnya.. Oleh beberapa teman, atasan dan bawahan juga mantan pacar aku malah dianggap orang yang kaku dalam memegang prinsip. Tambah satu lagi nih, Mr. Paradoks..

Satu yang kutahu pasti.. ketika aku tidak konsisten aku merasa seperti anak kecil yang riang gembira berlompatan kesana kemari.. dan saat aku konsisten seperti jadwal Matahari ada sedikit rasa gusar di hatiku aku merasa aku sedang membuka pintu lebar-lebar untuk arogansi ego dan kesombonganku.. Susah amat ya jadi manusia? :D


Tq Ning, for put that song on ur blog.