Posts

The Book of Life **

Image
** resensi suka-suka film animasi "The Book of Life"   Sehabis nonton "The Book of Life" bareng ponakan-ponakan, tersisa satu pertanyaan. Apa semua orang pernah benar-benar jatuh cinta? Atau apakah semua orang pernah mendapat kesempatan untuk jatuh hati? (jatuh hati ndak pake tagar :p ) Karena, bila setiap orang pernah merasakan jatuh cinta, dunia tidak buruk-buruk amat jadi sorga semasa hidup.  Mungkin itu sebabnya dulu (jauh sebelum riuh) suka iseng jatuh cinta, suka iseng membuat perempuan jatuh hati, Diterima atau ditolak, cinta akan membaikkan, hati akan terlahir kembali. Kapok setelah mendapati, menjaga satu hati yang jatuh, memastikannya terlahir kembali jadi lebih baik, tidak mudah. Ternyata cinta tidak seiseng yang kusangka.  Belakangan baru tahu juga, tidak hanya lawan jenis atau sesama manusia, atau semua mahluk hidup, benda (yang dianggap) mati pun bisa jatuh hati. Pernah tunjukkan cinta yang tulus pada ikan peliharaan di kolam, pada ma...

Cinta dan Gravitasi **

** interpretasi suka-suka film "Interstellar" "Cinta dan gravitasi tidak terikat ruang dan waktu." Asyik, ilmu pengetahuan (fisika quantum) di film ini berdamai dengan absurditas cinta. Pas, contoh unconditional love (not even need chemistry or hormonal) adalah cinta ayah (Cooper) pada putrinya Murph. Seru, karena menyandingkan "cinta" dan "gravitasi" sebagai dua hal yang 'merdeka' dari ruang dan waktu. Bila gravitasi adalah bentuk fisika dari cinta yang abstrak, maka cinta se-maha apa yang ada pada blackhole ? Pantas, kaum sufi menggunakan cinta untuk semua perkara. ***

Pulang

dengan cara sendiri-sendiri kita semua pernah rapuh. tidak apa, peluk hati di luar dirimu seharian. berbulan. menahun. pada satu ketika. - sembuh ** ** terjemahan suka-suka puisi Nayirrah Waheed .

Haji Palli dan Haji Lallo

Haji Palli baru pulang berhaji bulan haji kemarin, setelah menabung 6 tahun dari hasil mengayuh becak. Kalau Haji Lallo, dia tukang kayu, pergi berhaji dua tahun lalu karena mendapat undian berhaji gratis, saat tarwih di salah satu masjid penyelenggara haji ONH plus di Makassar. Setiba berhaji, Haji Palli kembali menjadi daeng Palli, mengayuh becak. Haji Lallo juga begitu, sibuk lagi dengan kayu dan balok, dipanggill daeng Lallo. Sebagian warga kampung Parang, kampung di mana mereka tinggal, belajar tentang makna gelar haji dari sudut pandang mereka berdua. Bahwa mestinya gelar haji, pendidikan, status sosial, jabatan ataupun kebangsawanan tidak membuat penyandang merasa 'lebih' kemudian jumawa. Bagi mereka dipanggil 'daeng haji' atau 'daeng' tanpa haji di depannya, sama saja. Gelar sekedar penegasan amanah dan tanggung jawab, yang tadinya lebih banyak diam-diam antara mereka dengan Tuhan. Kini, masih mau bersembunyi ataupun membuka diri, mereka tetap akan...

Ditimpuk

"Saat ditembakkan dari larasnya, setiap proyektil sudah tertulis nama sasarannya. Begitu cara kami dilatih agar bernyali merayap dalam hujan peluru." - purnawirawan prajurit Kopassus, paman seorang kawan. "Bisakah diubah nama yang tertulis. Misalnya dengan sengaja berjalan tegak, tidak tiarap?" "Itu bukan mengubah. Nama yang (sengaja) tidak menghindar memang sudah tertulis di sana." *** Pernah dalam tawuran antar anak SMA yang menutup salah satu jalan di Makassar, seorang kawan sengaja berjalan menembus melalui hujan batu dari dua kubu yang tawuran. Selain ingin membuktikan perkataan paman kawan di atas, dia memang berani. Batu tidak secepat peluru, masih bisa dihindari dengan memiringkan badan. Dua langkah lagi dia sampai di seberang jalan. Bukk! Sepotong batu bata menghantam helm full-face yang dipakainya, dia terus melangkah tenang sambil mengamati dari mana bata yang datang dan berusaha mengenali siapa yang berhasil mengenainya. Tiba di s...

Koran Pagi

Konon, koran pagi negeri langit kurang lebih sama dengan koran di bumi. Sudah tersedia template kosong untuk artikel, dari opini, surat dari pembaca, resonansi, berita biasa, slot iklan, lengkap dengan headline dan lain-lain. Bedanya, koran langit tanpa editor, tanpa tema atau misi tertentu, semua berita tertulis apa adanya, ditulis langsung oleh pembuat berita. Tiap pukul 1 pagi dini hari malaikat turun ke bumi membawa template kosong hingga pukul 4 subuh, sebelum kembali lagi ke langit. Kadang kembali dengan template yang sudah penuh terisi berita hingga perlu halaman ekstra, kadang hanya terisi satu berita, kosong tanpa berita juga pernah. Halaman khusus berita kebodohan dan kejahatan mahluk bumi tidak begitu menarik, mereka sudah menyaksikan sendiri semua kelakuan manusia dari jaman Adam hingga manusia akhir jaman. Tidak ada yang baru, hanya pengulangan atau variasi belaka. Dari pembunuhan pertama Kabil dan Habil, kelakuan umat Luth, kesombongan umat Musa akan kecerdasan...

Lukisan Kaligrafi **

Dari semua perjalanan dengan pesawat terbang yang pernah kulakukan, semalam termasuk paling berkesan. Untuk pertama kali, pesawatnya yang harus menunda ke runway 5 menit karena keasyikan baca **buku kumpulan cerpen Gus Mus "Lukisan Kaligrafi" di ruang tunggu. Buku yang kupilih sendiri dari ruang baca seorang sahabat yang mengantar ke bandara. Tebalnya pas untuk menjemput kantuk di jam penerbangan terakhir. Saya menikmati sampai tertawa sendiri, dari satu cerpen ke cerpen berikutnya. Baru tersadar panggilan dengan sebutan nama dari pengeras suara bandara selembar lagi menamatkan cerpen "Lukisan Kaligrafi". Buru-buru masukkan buku ke dalam ransel, saya penumpang terakhir yang naik ke pesawat. Begitu mau duduk, teringat hapeku masih tercolok di kotak pengisian ruang tunggu B6! Buru-buru kembali ke tangga pesawat minta ijin mau ke dalam lagi, tapi petugas darat bilang biar dia yang mengambilkan. Pilot memberi ijin 5 menit, ketemu atau tidak pintu pesawat ditutup. 4...