Posts

Pak Kumis Pedagang Sayur dari Limbung

Image
Limbung itu nama salah satu kampung (atau kecamatan?) di kabupaten Gowa Sulawesi Selatan. Pak Kumis dari sana. Setiap subuh naik sepeda ke pasar Kalegowa dari rumahnya di Limbung. Menjelang matahari tepat berada di atas kepala, pak Kumis beredar di seputaran jalan Ratulangi bagian Selatan, keliling menjual sayur sampai pukul 4 sore, habis atau tidak pulang lagi ke Limbung, masih dengan sepeda jengkinya. Itu sejak tahun 1999. Tiga orang ibu-ibu kompleks lagi membicarakan pak Kumis yang tawadhu dan tidak pernah kehilangan senyum di wajahnya, tepat di sampingku yang lagi minum kopi hitam buatan mbak Gik. Aku beryukur bisa mendengar cerita ibu-ibu di kompleks belakang rumah sore itu. Sudah sulit mencari orang-orang tawadhu seperti pak Kumis. Orang-orang yang tidak bisa diukur seberapa dalam kebahagiannya dan seberapa sukses bila menggunakan alat ukur manusia kebanyakan. Tidak mudah menjadi pak Kumis yang tidak risau ada berapa rupiah di kantung celananya. Tidak semua orang dalam b...

Rel Rumit Itu Diatur Dengan Tuas Sederhana

Image
Note ini mulai kubikin saat kereta Argo Parahyangan yg menuju Gambir melambat saat buka puasa tiba, atau KM80 an kalo lewat tol Cipularang (menurut info dari aplikasi foursquare). Gambar ini kupotret dari atas jembatan penyebrangan waktu mau ke stasiun Bandung. Kupotret karena jalur-jalur rel yang tumpang tindih menuju ke stasiun nampak rumit dan ribet, namun dengan pengaturan rute yang baik, kereta dari lajur 1 hingga lajur 6 tidak saling bertubrukan. Rumit bila kita hanya melihatinya saja, namun menjadi sederhana oleh masinis dan petugas pintu rel kereta api. Mirip dengan aturan routing iptables di jaringan komputer. Seperti juga hidup kita. Terkadang rumit, terkadang sederhana. Tergantung apakah kita sudah berada di atas rel, baik itu rel teladan yg sudah diberikan oleh orang-orang yang bertujuan sama dengan kereta kita, atau kita ingin menjadi pionir dengan membangun rel baru? Tentu saja bukan karena sekedar ingin popularitas namun karena ada perbaikan signifika...

In Memoriam AT. Mahmud.. Ambilkan Bulan Bu..

Image
Ambilkan Bulan Bu by Tasya Download now or listen on posterous Tasya - Ambilkan Bulan Bu.mp3 (5617 KB) Entah apa jadinya masa kecil kita tanpa lagu-lagu almarhum.. AT Mahmud lahir di Palembang, Kampung 5 Ulu Kedukan Anyar, 3 Februari 1930. Ia anak kelima dari sepuluh bersaudara. Ibunya bernama Masayu Aisyah, ayahna bernama Masagus Mahmud. Ia diberi nama Abdullah dan sehari-hari dipanggil Dola. Namun, sebutan nama Abdullah atau Dola kemudian menghilang. Nama pemberian orang tua tercatat terakhir pada ijazah yang dimilikinya pada sekolah Sjoeritsoe Mizoeho Gakoe-en (sekolah Jepang) tahun 1945. Pada ijazah itu nama lengkapnya tertulis Mgs (Masagus) Abdu'llah Mahmoed. Di rumah, kampung, dan teman sekolah, ia lebih dikenal dengan nama Totong. Pada surat ijazah Sekolah Menengah Umum Bagian Pertama (setingkat SLTP) tahun 1950, namanya tertulis Totong Machmud. Ambilkan bulan Bu, Ambilkan bulan Bu yang slalu bersinar dilangit Di langit bulan benderang Cahyanya sampai...

Makna sebuah titipan - WS. Rendra

Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah semua "derita" adalah hukum...

Sehabis Membaca Surat Cinta BJ Habibie

Ini: Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu. Karena, aku tahu bahwa semua yang ada pasti menjadi tiada pada akhirnya, dan kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi, aku sangat tahu itu. Tapi yang membuatku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahwa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang, sekejap saja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati, hatiku seperti tak di tempatnya, dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.  Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang. Pada airmata yang jatuh kali ini, aku selipkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada, aku bukan hendak mengeluh, tapi rasanya terlalu sebentar kau disini.  Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang, tanpa mereka sadari, bahwa kaulah yang menjadikan aku kekasih yang baik. Mana mung...

Bola Made In Indonesia di WC2010

Bukan cuma bola, sepatu juga. Sepatu buatan indonesia dengan simbol 3 garis simetris dipakai juga di piala dunia Afrika Selatan. Awalnya sempat bangga, wah! PSSI (yang kalo mengikuti pola penamaan tim nasional menurut tarian daerah mungkin cocok disebut tim "serampang 12") memang tidak ke Afsel, tapi bolanya nyampe! Pas nyari literatur tentang produk tersebut. Duh! Jadi miris! Kosanku dulu 3x4m dengan kamar mandi sebulan 200rb di Condet dulu masih mendingan timbang barak-barak mereka di dekat pabrik yang sebulan 400-500rb. Bila mengikuti UMR, tiap bulan duit yang bisa mereka bawa pulang sekitar 800rb-1.5 juta rupiah. Jangankan kirim ke kampung untuk keluarga (mereka rata-rata perantau) untuk bertahan hidup saja kadang mereka sulit, yang tinggal di Jakarta pasti taulah biaya hidup di sana. Kubayangkan usahaku sendiri di sini yang sedang berada di titik nol, minus bahkan. Namun dengan optimisme karena masih punya plan B, C dan D yang sedang berjalan, insya Allah keadaan akan ...

Himalaya

Image
Nonton jejak petualang ke gunung Himalaya di rumah teman. Mau dong diajak ke atap dunia.. x) Posted via email from ahsanburhany's posterous