Posts

Puasa Pesbuk, Akhirnya...

Teringat kisah yg pernah dituturkan MH. Ainun Najib dalam salah satu bukunya.. Saat itu dia masih bujang dan tinggal di Yogyakarta, kendaraan utamanya untuk kemana-mana itu sepeda. Ke warung sepeda, ke malioboro nengokin Sutardji sepeda, suwun ke tempat Omar Kayam sepeda. Hingga suatu hari dia merasa sudah amat tergantung pada sepedanya itu. Asal mau kemana-mana rasanya tidak nyaman kalau tidak pake pakai sepeda. Lalu diajaknya lah sepedanya berdialog *rekaan aku aja dialognya* "Sampeyan ini siapa sih? Kok bisa-bisanya bikin aku ketergantungan kek gini? Kita sama-sama ciptaan gitu? Masih muliaan aku lah, sampeyan rakitan manusia sama kayak aku malah. Rendahan sampeyan lah. Tidak mau aku tergantung sama kamu yg jelas-jelas bukan sebaik-baiknya tempat bergantung." Kira-kira begitulah juga kenapa sampai ku non-aktifkan untuk sementara akun FB ku..

Introspeksi Nomer Seratus Ribu Sekian

Rinduku tebal pada blogku ini. Banyak yang sudah terjadi dan berlalu tanpa sempat kutuliskan. Terlalu banyak urusan duniawi yang menyita waktu, terlalu banyak bermain dengan pikiran dan perasaan sendiri sampai aku kebingungan mau dikasi nomer berapa instrospeksiku kali ini. No. #Ratus Ribu Sekian+1 : Terlalu Banyak Keinginan Tanpa perhitungan yang matang merombak skala prioritas di 3 bulan pertama tahun ini. Kantor collaps karena ketidak siapan orang-orang yang kutinggalkan untuk menerima tanggung jawab bukannya dijaga dengan baik malah disalahgunakan, dan misi yang kuangkat menjadi skala numero uno juga bisa dibilang gagal. Bukan menyesali keputusan yang aku ambil, tapi bila aku tidak tracking back kemungkinan kesalahan sama bisa aku ulang dikemudian hari. Akal sehat mestinya menjadi alat bantu utamaku malah aku abaikan. No. #Ratus Ribu Sekian+2 : Penundaan Tidak Penting Bila sudah hati yang megang kendali tau sendirilah bagaimana rusaknya banyak hal yg mestinya nggak diurus d...

Cukup

Bila aku pura-pura dungu dan tidak tahu, bukan berarti itu kesempatan untuk membodohiku kawan! Sebenarnya itu kesempatan terakhirmu untuk perbaiki semuanya, kecuali bila kau memang sudah tidak mau lagi aku jadi kawanmu. Ah! Apa kau lupa? Bila sesuatu akan atau sedang terjadi radar di hatiku biasanya sudah bergetar lebih dulu? Sudah lama tidak semarah ini, akibatnya tidak bisa tidur hingga pukul 4 pagi tanpa bikin apa-apa kecuali menahan getaran amarah sambil menghela nafas panjang. Kubiarkan malam ini amarahku mencapai puncaknya, supaya besok aku sisa menunggunya turun. Marah itu perlu, asal konstruktif. Marah yang membangun. Dimana-mana juga marah itu biasanya destruktif atau menghancurkan tapi yang terarah dan terkendali tidak. Marah itu jadi destruktif jika kita berhenti di titik "pelampiasan" saja, mengamuk membabi buta menghancurkan segalanya. Namun bila proses penghancuran selesai dan kita teruskan dengan proses membangun kembali sesuatu yang sama sekali baru --setelah ...

Maulid Nabi dan Catatan Perpisahan

Image
Bila bukan karena cinta-Nya yang begitu besar pada Rasulullah maka semesta beserta isinya ini tidak akan pernah ada.. - SAQJ Mission Accomplish Ayam-ayam di kandang tetangga dari kompleks belakang rumah di Makassar belum lagi bangun dan berkokok aku sudah di kamarku minum segelas kopi panas dan sebatang rokok (sisa berapa hari ya proyek 120 hari berhenti merokok? Jangan2 udah kena penalti :D ). Tanpa memandang remeh jarak Palu-Jakarta-Bandung perasaanku pagi ini cuma seperti mau naek angkot ke MTC karebosi window shopping hardware baru. Plong dan tanpa beban. Pertama karena tujuanku jelas, kedua karena pengen "cuci gudang" karena ring 3 tabunganku udah mulai terkorek dan cuma berbekal janji bahwa beberapa tagihan akan cair setiba di Bandung (Pelajaran hidup no. #235 jangan pernah bergantung sepenuhnya pada janji manusia), sudah kuhitung beberapa kali memang ongkos di dompetku pas banget buat nyampe di Babakan Ciamis. Peringatan: Jangan meniru hal ini tanpa keyakinan tingg...

Benang Merah

Ada lagu dolanan semasa kecil "Cik-cik Periuk" tapi yang ini versi bahasa Makassarnya jadi "Ciki-ciki Pariuk". Bait terakhir dari lagu itu, ...ni sikko bannang eja!* (*diikat benang merah!..) Malam ini aku kehilangan benang merahku! Benang merah sesungguhnya, bukan kiasan kehilangan kekasih atau yang lain. Benang merah yang menghubungkan aku dengan kesadaranku, benang merah yang menghubungkan aku dengan non-aku, benang merah yang menghubungkan aku dengan masa lalu, masa kini dan akan datang, benang merah yang selalu berhasil "membumikan" aku kembali disaat "terbang" terlalu tinggi atau "terhempas" terlalu dalam. Seperti ada hijab (dinding pembatas) antara aku dan "benang merah" yang ingin aku raih malam tadi, tanganku menggapai-gapai dan hanya berhasil meraih angin. Apa laku yang telah kuperbuat hingga tercipta dinding hijab? Kupastikan dalam darahku masih mengalir zat yang membuat amal ibadah tidak diperhitungkan selama...

Musim Orang Baik..

Di simpang jalan, di koran, di internet termasuk di facebook lagi banyak banget orang baik. Aku nggak termasuk loh, bisa aku pastikan aku bukan orang baik karena dosaku masih lebih banyak dari perbuatan baikku tapi bolehkan aku berharap pengen mati baik? Amin. Karena proses menjadi baik itu nggak pernah berhenti sampai kita mati. Aku cuma blogger yang nggak baik-baik banget tulisannya tapi pengen berbagi kebaikan.. :) Kategori orang baik pastilah berbeda-beda tiap orang. Robin hood di satu sisi penjahat, di sisi lain pahlawan. Daud Beureuh dari Aceh dimata pemerintahan orde baru pemberontak, dimata rakyat Aceh beliau pahlawan. Ada kesamaan antara Daud Beureuh dan Robin Hood. Pertama , mereka tidak pernah memikirkan (mikir aja nggak apalagi berharap) sebutan, sanjungan, pujian, imbalan dan caci-maki apa yang akan mereka terima dari perbuatannya. Ilmu ikhlas sudah mereka tamatkan. Kedua , mereka berangkat dari niat baik yang bersih lalu mereka lakukan niat tersebut hingga menjadi keb...

Palu - Kebun Kopi - Kabupaten Parigi Moutong - PP

Image
Parigi itu ibukota kabupaten Parigi Moutong di provinsi Sulawesi Tengah yg terletak di tepi pesisir pantai, indah dan panasnya kurang lebih sama dengan Palu. Saking panasnya di sepanjang jalan banyak burung Pinguin dan Beruang Kutub mondar-mandir main-main salju... Pasti fatamorgana karena di Parigi ada tugu Katulistiwa :D Ini kali ke-3 ke sini dan masih aja aku dibuat mabuk darat ama tikungan jalanan di kebun kopi yang belokannya nyaingin kelok 44 di trans Sumatera syukurlah nggak sampai muntah karena cara Ucok bawa mobil seperti lagi jalan berduaan dengan istrinya. Sayangnya lagi nggak musim durian, padahal duriannya terkenal seperti durian bangkok, berbiji kecil dengan daging buah yang tebal.. Foto teluk Tomini dari kebun kopi dari kompas.com. Huh! Aku tidak bawa kamera, nanti hari Selasa insya Allah nggak lupa lagi. View dari kebun kopi indah banget, nggak kalah deh dengan view di puncak pas ama view ke danau Singkarak dari kelok 44 di Sumatera Barat. Sejuknya juga nggak kalah....