Isra' Mi'raj #2
Pertama dan terakhir kali ngeblog tentang Isra' Mi'raj ternyata sepuluh tahun lalu. Semalam kubaca ulang kemudian menambah sedikit kalimat penutup. Saking semangatnya menulis blog, salam pembukanya selalu dibagus-bagusin, giliran akhir tulisan suka tanpa pamitan tanpa konklusi, dulu keahlian membuka belum sepasang dengan kemampuan menutup. Seingatku, belum mencari jawaban dua pertanyaan di tulisan lama tentang Isra' Mi'raj, karena menjawab "mengapa" dan "untuk apa" tidak bisa dengan hanya duduk tafakur di ruang pikir, butuh pengetahuan empiris agar dapat jawaban yang seutuh mungkin. Sementara sebagai umat dan awam mustahil berharap diperjalankan dalam semalam dari Masjidil Haram lalu ke Al-Aqsa kemudian ke Arasy, setelah sebelumnya Jibril telah mencuci bersih rongga dada, perut, dan hati Beliau SAW., lalu mengisinya dengan hikmah dan iman. Satu-satunya cara mencari tahu jawaban "mengapa" dan "untuk apa" kemudian meyakini Isra...