A Beautiful Mess**
** inspired when heard same song title from Jason Mraz Akhirnya tadi sore bisa seangkot dengan anak 'seribu wajah', duduk bersampingan. Bertemu kali pertama beda angkot, saya hanya bisa mengamati dari jauh. Kemeja lengan panjang terkancing hingga ujung kerah, bersepatu boot karet, tas selempang menyilang di bahu, bertopi hijau dan tidak pernah kehilangan senyum. Selalu minta duduk di depan samping pak supir. Berkah untuk angkot yang dipilihnya, penumpang tidak lama menunggu angkot penuh. Klakson dipencet-pencet berulang kali seolah mendesak kenek agar bekerja lebih gesit mencari penumpang, angkot harus segera berangkat. Tidak ada yang marah, malah tertawa bareng, seangkot, seterminal terlihat amat sayang padanya. Sering disusupi haru bila melihat anak 'seribu wajah'. Bagai menatap 'wajah Tuhan' kataku, bagai diserbu keharuan yang sama ketika berdo'a atau bersimpuh sujud. Wajah mereka seperti bayi, pikirannya tidak disusupi kecenderungan...