Cukup
Bila aku pura-pura dungu dan tidak tahu, bukan berarti itu kesempatan untuk membodohiku kawan! Sebenarnya itu kesempatan terakhirmu untuk perbaiki semuanya, kecuali bila kau memang sudah tidak mau lagi aku jadi kawanmu. Ah! Apa kau lupa? Bila sesuatu akan atau sedang terjadi radar di hatiku biasanya sudah bergetar lebih dulu? Sudah lama tidak semarah ini, akibatnya tidak bisa tidur hingga pukul 4 pagi tanpa bikin apa-apa kecuali menahan getaran amarah sambil menghela nafas panjang. Kubiarkan malam ini amarahku mencapai puncaknya, supaya besok aku sisa menunggunya turun. Marah itu perlu, asal konstruktif. Marah yang membangun. Dimana-mana juga marah itu biasanya destruktif atau menghancurkan tapi yang terarah dan terkendali tidak. Marah itu jadi destruktif jika kita berhenti di titik "pelampiasan" saja, mengamuk membabi buta menghancurkan segalanya. Namun bila proses penghancuran selesai dan kita teruskan dengan proses membangun kembali sesuatu yang sama sekali baru --setelah ...