Benang Merah
Ada lagu dolanan semasa kecil "Cik-cik Periuk" tapi yang ini versi bahasa Makassarnya jadi "Ciki-ciki Pariuk". Bait terakhir dari lagu itu, ...ni sikko bannang eja!* (*diikat benang merah!..) Malam ini aku kehilangan benang merahku! Benang merah sesungguhnya, bukan kiasan kehilangan kekasih atau yang lain. Benang merah yang menghubungkan aku dengan kesadaranku, benang merah yang menghubungkan aku dengan non-aku, benang merah yang menghubungkan aku dengan masa lalu, masa kini dan akan datang, benang merah yang selalu berhasil "membumikan" aku kembali disaat "terbang" terlalu tinggi atau "terhempas" terlalu dalam. Seperti ada hijab (dinding pembatas) antara aku dan "benang merah" yang ingin aku raih malam tadi, tanganku menggapai-gapai dan hanya berhasil meraih angin. Apa laku yang telah kuperbuat hingga tercipta dinding hijab? Kupastikan dalam darahku masih mengalir zat yang membuat amal ibadah tidak diperhitungkan selama...