Saturday, July 2, 2016

#27

Apa manfaatnya shalat, puasa, haji, zakat, berbuat baik, beragama, bertuhan? Apa untungnya?

Pertanyaan di atas pernah kutemui beberapa kali. Pertama kali ketika digoda pentolan HMI yang sedang mengunjungi sahabat seniornya guru BP di SMA. Kebetulan bertamu saat dipanggil menghadap, karena hasil psikotes dan kelakuanku di sekolah klop, langganan keluar masuk ruang kepala sekolah.

Menurut bu guru shalat tahajud akan membantuku mengendalikan diri. Tiga hari berturut-turut menghadap untuk diberi bimbingan khusus tentang tata cara shalat malam, dan jenis-jenis shalat malam.

Di hari terakhir usai dibimbing, sahabatnya bertanya menggodaku, "Ngapain kamu shalat menghadap kiblat bila Allah meliputi segalanya tak hanya Kakbah?"

Ingin menjawab pertanyaannya dengan pertanyaan yang timbul dari pertanyaannya. Ngapain shalat? Tapi ibu BP memberi kode menempatkan telunjuk di bibirnya. Nanti setelah mahasiswa, baru mengerti. Diskusi, debat atau apapun namanya dengan mahasiswa yang sedang puber intelektualitas, tidak bisa dilakukan sambil lalu di jam istirahat.

Dua puluh lima tahun sesudahnya kutemukan semua tidak ada gunanya. Shalat, puasa, bila berhaji, zakat, bahkan syahadat tidak memberikan apa-apa. Malah menghilangkan banyak hal dalam diri.

Saya mulai defisit kesombongan dan takut masih ada sombong saat menulis ini, kekurangan syahwat menjajah dan mendominasi, semua perempuan (dan mulai lintas spesies, bukan hanya jenis kelamin) bisa kucintai tanpa harus diikuti keinginan memiliki atau tidur bersama, tidak bersemangat menumpuk duit dan harta. Sesekali terlihat hanya ada Allah, tidak ada apa-apa dan siapa-siapa di dunia ini kecuali cahaya milik-Nya yang menghubungkan semua ciptaan pada Pencipta..