Friday, July 1, 2016

#26

Konon ketika Fir’aun mulai menuhankan dirinya, Iblis yang selama ini menjadi pembisiknya, yang selalu menjadi tandem setia kesombongan dan nafsu Fir’aun sendiri. Akhirnya pamit.

“Un, kamu keterlaluan. Saya berlepas tangan dari keinginanmu jadi tuhan manusia.” Kata Iblis sebelum berpamitan.

“Aku tahu kau bukannya takut pada Tuhan. Maumu, kau yang kupertuhankan. Mahluk sombong sepertimu mana mau jadi hamba manusia.” Jawab Fir’aun duduk santai di singgasananya menunggu Musa. Di belakangnya telah bersiap tentaranya dengan dua orang tahanan yang akan dijadikannya contoh pada Musa bahwa dia memiliki kekuasaan seperti Tuhan yang bisa menentukan hidup dan mati manusia.

“Hah! Betapa paripurna. Keberadaanku di sampingmu tidak guna lagi. Kesombonganmu sudah setara dengan kesombonganku saat menolak sujud.”

“Pergi saja.”

***

Iblis bukan mahluk, tapi sifat. Karena dalam Al Qur’an disebut iblis ada dari golongan jin dan dari golongan manusia. Sombong adalah akar dari semua sifat-sifat Iblis.

Di penutup film Devils Advocate, saat Iblis (Al Pacino) berhasil dikalahkan dengan dialog oleh seorang pengacara idealis (Keanu Reeves) lalu keadaan kembali membaik seperti semula. Iblis kehilangan kerajaannya dari memiliki firma hukum raksasa, pemegang kunci kesuksesan semua manusia dan kembali menjadi penggoda kelas teri, harus turun menjadi pembisik yang menggoda si pengacara.

Al Pacino (iblis) menjadi seorang wartawan yang sedang membujuk Keanu Reeves agar mau diwawancarai. Keanu menolak, dia takut saat media menaruhnya di atas panggung dia tidak bisa mengendalikan perasaan lebih tinggi dari manusia lain. Dia takut kecanduan perhatian dan puja-puji manusia lain.

Bukan iblis bila mudah menyerah. Al Pacino lalu membisiki Keanu Reeves, bahwa dia adalah seorang pengacara masa depan, satu-satunya yang tersisa dengan idealisme yang bisa membawa dunia ke arah yang lebih baik. Kemunculan sosoknya di media akan menginspirasi manusia lain untuk melakukan kebaikan yang sama. Celakanya, Keanu Reeves membenarkan alasan kenapa dia harus mau diwawancarai.

Al Pacino berlalu dengan senyum kemenangan. Sombong, dosa tertua, selalu berhasil. Sombong adalah dosa pertama iblis yang ditularkannya kepada Adam dan Hawa.
Keanu Reeves belum naik ke atas panggung tapi apa yang dikuatirkannya bila berdiri di atas panggung malah dilakukannya. Saat mengiyakan ajakan wawancara, dia membenarkan bahwa dirinya lebih baik dari manusia lain.

Godaan yang kurang lebih sama bentuk dan beratnya juga dirasakan oleh siapa saja yang ingin berbagi kebaikan, termasuk hamba. Hampir setiap saat godaan tersebut harus diatasi, dan di bulan ramadhan sedikit lebih ringan karena hanya melawan sisi iblis diri sendiri, tak ada bisikan dari luar.

Khatib jum’at tadi memberi petunjuk bagaimana mengatasinya, dengan istiqamah, ikhtiar dan istighfar. Dan tawakkal setelahnya.

***

Bukan hanya kebaikan yang mengalami evolusi. Keburukan juga demikian. Bila di jaman para nabi, secara harfiah Fir’aun memang menuhankan dirinya. Berhala adalah patung-patung yang dianggap bisa memberi manfaat dan perlindungan. Kini lebih simpel dan langsung ke poin bagaimana agar manusia tidak menuhankan Tuhan.

Kita menuhankan uang karena takut miskin, kita merasa tidak bisa menghasilkan uang bila tidak kerja (kantoran), seolah pekerjaan adalah pemberi rejeki. Kita menuhankan status sosial dan jabatan, menuhankan bagaimana pandangan manusia yang menghormati diri kita, bukan bagaimana Tuhan memandang diri kita. Kita dengan sukarela diperbudak nafsu dan keinginan. Kita marah saat melihat kertas Qur’an dijadikan pembungkus mercon yang tercabik dan terserak di jalan, tapi kelakuan kita lebih dari sekedar mencabik, lebih dari merendahkan Qur’an.

Mudah menemukan contoh betapa kita belum menuhankan Tuhan. Pada diri sendiri, di jaman main proyek. Enteng saja mengucap Alhamdulillah saat menerima komisi dari meminjamkan perusahaan dan stempel pelengkap berkas proyek fiktif dari sebuah instansi agar laporan keuangan akhir tahun serapan anggaran 100%. Parahnya lagi, sebelum komisi tersebut keluar, tidak malu, tidak merasa bersalah meminta pada Tuhan agar kong-kalikong tersebut tidak ketahuan manusia lain. Ampun Tuhan.