Wednesday, June 8, 2016

#3

“Tuhan itu tergantung bagaimana persangkaan manusia.” ~ Hadits

Hadits di atas amat luas cakupan pemahamannya dan kaya akan tafsiran.

Bisa ditafsirkan; bila berbaik sangka pada Tuhan, maka Tuhan juga akan berbaik sangka pada manusia. Bisa juga berarti; Tuhan yang meliputi segalanya, dengan sendirinya berada pada semua sangkaan tentang Tuhan, sangka baik maupun buruk. Persangkaan terhadap Tuhan bukan hanya tentang sikap, sifat dan karakter, disangka tidak ada, atau dianggap tidak ada juga bukan masalah buat Tuhan.

Orang berilmu yang suka bermaksiat dan orang bodoh yang ahli ibadah yang sempat membuat gundah baginda Ali, kegundahan yang bisa karena melihat kedua jenis orang tersebut sedang terjebak pada ‘sangkaan terhadap Tuhan’ dengan perspektif berbeda.

Pelangi aneka warna yang timbul dari cahaya matahari setelah melewati sisa butiran air hujan yang berfungsi seperti prisma memang indah. Cahaya berwarna merah, kuning, hijau, biru dan sebagainya memang bagian dari cahaya matahari, tapi bukan matahari itu sendiri.

Ketika menyadari sangkaan masih berada dalam ‘layer’ asumsi, perspektif, kebenaran temporer, dan pemahaman sementara, atau masih berada di dimensi ciptaan. Meskipun Tuhan meliputi segalanya, alangkah pemalasnya kita bila Tuhan yang kita kenal baru lahir dari prasangka kita sendiri.

Hadits di atas jadi terasa sebagai ‘guyonan’ Tuhan pada manusia yang sedang berproses mengenali-Nya melalui prasangka.

Prasangka yang semoga masih diliputi oleh-Nya.