Wednesday, June 19, 2013

Senyap


"Things that are said can never be trusted." ~ Ninja proverb

Kutipannya dari komik jepang jaman sma dulu, "Natane", beberapa tokohnya ninja, selain samurai, ronin dan shogun sendiri. Seperti filosofi ninja, mereka tidak berjanji, tidak bicara, tidak tampil di permukaan, hanya bekerja. Tidak ketahuan siapa, kapan, bagaimana tau-tau jadi. Action speak louder than words.

Sidang paripurna DPR-RI  (paripurna yang artinya, utuh; sempurna; penuh; tapi di tipi sebagian seperti rapat OSIS SMP/SMA becandaannya, nyamber mikropon, sama sekali tidak peka dan tidak nyambung EMPATI dan HATI nya dengan kondisi di luar gedung tempat mereka rapat paripurna, dimana mahasiswa demonstran dan polisi "gontok-gontokan") sudah memutuskan harga BBM akan naik, beberapa janji pengalihan subsidi sudah dikeluarkan lebih dulu, lewat iklan di televisi, perkataan para pejabat dan politisi.

Agak mengagetkan, semalam di acara Forum Bisnis di televisi swasta, kata seorang anggota dewan dari PDIP ternyata anggaran sektor pertanian, PU, kesehatan dan pendidikan, perbaikan infrastruktur yang katanya akan menjadi pos pengalihan dana subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, malah menurun anggarannya di APBN-P. Lha?

Pejabat kata dasarnya barangkali "jabat". Sebutan untuk seseorang yang mau "menjabat" atau "memegang" tanggung jawab dan kepercayaan, kemudian mengelolanya dengan amanah. Kita menghormati "orang-orang berani" yang mau "menjabat". Semesta tentu juga menghormati mereka. Wong gunung dan lautan menolak dan menyatakan tak sanggup saat ditawari Tuhan menjabat khalifah di muka bumi.

Masalahnya, bila pejabat tidak lagi amanah, tidak ada lagi alasan untuk menghormatinya sebagai pejabat publik. Posisi, harta dan hirarki di kantornya bukan sebab (sebagian) rakyat dan semesta menaruh hormat.