Thursday, April 18, 2013

Hidayah "kelas" Senter

shadow | kontrakan 2013
Sudah sempat ngetwit tiga baris tentang ini, ternyata paginya terpikirkan lagi. Dijadiin blog aja biar konteksnya lebih utuh.

Keyakinan Indrawi
Keyakinan di sini bukan dalam konteks iman, tapi keyakinan dari pengalaman indrawi yang memberi informasi pada akal pikiran untuk diproses, kalau ada yang mau jadikan perspektif keyakinan di sini sebagaimana iman, terserah juga sih :D Semoga diberkahi Tuhan, amin.

Semalam di kontrakan masih depan laptop, listrik tiba-tiba padam, baterainya sisa 18% atau 23 menit lagi hybernate sendiri. Display langsung redup, sudah mau shutdown menyambung tidur, teringat ada kopi yang belum aku habisin 3 jam lalu sebelum ketiduran, isi gelasnya aku tenggak habis, rasanya beneran rasa kopi item khas arabica dari toko kopi Aroma, tapi kok gak ada ampasnya. Nyalain senter kecil yang ada di power bank, nyenter ke gelas, ternyata isinya bukan kopi, tapi air bening, pantas tanpa ampas.

Jadi mikir, betapa panca indra dan akal itu bisa memberikan keyakinan yang sempurna, hingga ke rasa-rasa nya. Di lidahku betul-betul terasa meminum kopi. Keyakinan ini tidak salah, sampai cahaya dari senter kecil mengoreksi, membuatnya lebih benar.

Tidak ada keyakinan yang salah, bila sesuai porsi cahaya kita masing-masing. Tergantung usaha masing-masing mengupayakan cahaya atau tergantung kasih sayang Tuhan (keyakinan dalam konteks iman) memberi hidayah. Jadi agak lucu kalau ada yang ngeributin gelas tadi isinya beneran kopi atau air bening, sementara ada yang megang senter dengan lumen (satuan kekuatan cahaya) berbeda, bahkan ada yang belum punya senter.

Ada pula yang ngotot, senternya paling terang dan paling menerangi, padahal di atas senter ada lampu kamar, ada bulan, ada matahari. Kita seringkali terjebak sibuk "mengadu" senter, bukannya "mengupdate" keyakinan dengan apa yang telah disibak dari kegelapan oleh cahaya senternya. Wallahu'alam..