Wednesday, August 20, 2008

Semuanya Diawali Cinta (part 1 of 2)

Blog ini mestinya saya posting 4 hari yang lalu, tapi PLN di Palu lagi gak karu-karuan sehari cuma 6 jam nyala selebihnya gelap. Habislah gelap masih gelap juga ya? Saya makin yakin bahwa segala sesuatunya sudah diatur-Nya. Begini --sudah bukan soal PLN yang jadwal pemadamannya aja tidak teratur-- sehabis posting tentang Apel dan cermin, iseng ngeklik tombol "stumble" di toolbar browserku, yang muncul teks pidato Steve Jobs, CEO Apple komputer & Pixar Animation Studio. Teks pidato ini udah pernah ada di buku "Sekolah Saja Tidak Cukup" tapi versi ini lebih lengkap dan yang mencengangkan dia berbicara tentang cermin dan apel juga! Versi asli dalam bahasa inggris udah saya posting di versi inggris blog ini.

Saya merasa sangat terhormat berkumpul dengan anda semua di sini dan memberikan sambutan di acara wisuda di salah satu univeritas yang terbaik di dunia. Saya tidak pernah lulus dari perguruan tinggi, saat ini adalah momen terdekat saya pada acara wisuda. Saat ini saya ingin mengisahkan kepada anda tentang tiga cerita dari hidup saya. Tidak begitu penting dan hanya tiga cerita.


Cerita Pertama sekitar menghubungkan titik.

Saya berhenti kuliah dari Reed College setelah 6 bulan, akan tetapi saya masih tetap berada di sekitar kampus sebelum betul-betul drop-out setelah 18 bulan atau sekitar itu. Mengapa drop-out?


Sebenarnya cerita ini sudah dimulai sebelum saya dilahirkan. Ibu kandung Saya masih amat muda, dia melahirkan saya di luar nikah sebelum menamatkan kuliahnya di perguruan tinggi lalu dia memutuskan mendaftarkan saya sebagai anak adopsi. Dia sangat yakin bahwa saya sebaiknya diadopsi oleh keluarga lulusan perguruan tinggi. Semuanya diaturnya agar saya dapat diadopsi oleh seorang pengacara dan istrinya. Begitulah keyakinan orang tua saya. Hingga suatu malam setelah menerima daftar calon orang tua adopsi dia memutuskan untuk menelpon nama yang berada di urutan teratas, "Kami memiliki satu bayi laki-laki yang tidak kami harapkan, maukah anda mengadopsinya?" Mereka mengatakan, "Tentu saja." Ibu kandung saya kemudian mendapati bahwa mereka tidak pernah lulus dari perguruan tinggi, suaminya bahkan tidak pernah lulus sekolah menengah. Ibu menolak menandatangani surat adopsi buatku. Ibuku amat sedih selama beberapa bulan dan kemudian berjanji padaku bahwa suatu saat saya akan masuk ke perguruan tinggi.

Dan 17 tahun kemudian saya benar-benar masuk ke perguruan tinggi. Tetapi saya dengan naif memilih perguruan tinggi yang hampir sama mahalnya dengan Stanford, dan orang tua saya yang berasal dari kalangan kelas pekerja menghabiskan seluruh uang tabungannya untuk membayar uang kuliah. Saya tidak melihat ada manfaat di situ. Saya tidak punya gambaran apa yang ingin saya lakukan dengan hidup saya dan bagaimana perguruan tinggi dapat memberikan saya jalan keluarnya? Sementara saya disini menghabiskan seluruh uang orang tua saya yang telah ditabungnya seumur hidup. Akhirnya saya memutuskan untuk berhenti kuliah. Dan itu adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah aku buat dalam hidupku. Betul, saat itu juga adalah masa yang paling menakutkan dalam hidupku. Saya mulai tidak mengambil mata kuliah yang saya tidak sukai dan hanya memprogramkan mata kuliah yang benar-benar aku sukai.

Itu bukanlah cerita yang romatis. Saya tidak mempunyai kamar tidur, saya tidur di lantai di kamar seorang teman, Saya menjual botol coke 5 sen dan menyimpannya untuk membeli makanan, dan setiap malam senin saya berjalan 7 mil untuk mendapat makanan enak seminggu sekali di kuil Hare Krishna. Saya mencintai itu. Dan sebagian besar yang membuat saya tertegun, mengikuti rasa ingin tahu dan intuisi ternyata adalah sesuatu tak ternilai di kemudian hari. Biarkan saya memberi satu contoh:

Brosur dari Reed College pada waktu itu barangkali adalah brosur dengan kaligrafi terbaik di negeri ini. Di dalam kampus, di setiap poster, setiap label di lemari dan laci, semuanya bertuliskan kaligrafi yang indah. Karena saya telah mengundurkan diri dan tidak bisa lagi mengambil kelas normal, Saya memutuskan untuk mengambil kelas kursus singkat kaligrafi untuk belajar bagaimana untuk melakukan itu. Saya belajar tentang serif dan san serif typefaces, tentang variasi jumlah celah antara kombinasi huruf berbeda, tentang apa membuat tipografi besar besar. Indah, bersejarah, dan itu membuat saya terpesona.

Tidak satupun ada bayangan bahwa kaligrafi itu akan terpakai dalam hidup saya. Saya mempelajari kaligrafi karena dia telah mempesona saya. Sepuluh tahun kemudian, ketika kami merancang komputer Macintosh pertama, hal itu semua kembali kepada saya. Lalu kita merancang Mac. menjadi komputer pertama dengan tipografi indah. Jika saya belum pernah mengikuti kursus singkat di perguruan tinggi tentang tipografi, Mac  tidak akan pernah mempunyai berbagai typefaces atau spasi yang secara proporsional terpisah. Dan sejak Windows mengcopy Mac, membuat personal komputer pertama dengan tipografi indah. Jika saya tidak pernah mengundurkan diri, Saya tidak akan pernah ikut kelas kaligrafi ini, dan komputer pribadi mungkin tidak mempunyai tipografi seindah seperti sekarang. Tentu saja mustahil untuk menghubungkan situasi saat ini dengan ketika saya masih di perguruan tinggi. Tetapi itu adalah titik yang sangat jelas yang menghubungkan saya dengan sepuluh tahun kemudian.


Anda tidak bisa menghubungkan titik dimana anda berada sekarang dengan titik dimana anda akan berada di masa depan, anda hanya bisa menghubungkan titik-titik itu bila telah berada di depan dan memutar kembali kembali ke belakang. Namun anda harus percaya bahwa titik itu bagaimanapun juga akan menghubungkan anda dengan masa depan anda. Anda harus memiliki keyakinan pada sesuatu - nasib anda, takdir, tujuan, hidup, karma, atau apa saja. Pendekatan ini tidak pernah mengecewakan saya, dan itu telah membuat seluruh perbedaan dalam hidup saya.


Cerita kedua Saya tentang cinta dan kerugian.

Saya termasuk beruntung — Saya menemukan apa saya cintai untuk dilakukan di awal hidupku. Woz dan saya mulai Apple di garasi orang tua saya ketika saya berusia 20. Dan dalam 10 tahun Apple telah tumbuh dari kami berdua di dalam garasi ke sebuah perusahaan bernilai $2 milyar dengan lebih dari 4000 karyawan. Kita baru saja melepaskan kreasi terbaik kita — Macintosh — satu tahun lebih awal, dan saya baru saja memulai usia 30. Dan saya dipecat. Bagaimana bisa anda dipecat dari perusahaan yang anda rintis? Begini, sebagai perusahaan yang sedang berkembang Apple mempekerjakan orang-orang berbakat untuk bekerja bersama-sama dengan saya memajukan perusahaan. Akan tetapi visi kami tentang masa depan perusahaan mulai berbeda dan kami mulai saling berbeda pendapat. Dewan komisaris Apple berpihak padanya dan di usia 30 saya dipecat dan itu terpublikasikan ke publik. Apa yang telah menjadi fokus hidup saya di usia dewasa telah pergi, dan itu menghancurkanku.

Saya benar-benar tidak mengetahui apa yang harus dikerjakan untuk beberapa bulan. Saya merasakan saya telah membuat usahawan generasi sebelum saya menjadi kecewa - bahwa saya telah menjatuhkan tongkat estafet yang sedang ada pada saya. Saya menemui David Packard dan Bob Noyce dan mencoba minta maaf telah mengacaukan semuana. Saya adalah sebuah kegagalan, dan saya bahkan mulai memikirkan untuk menjauh dari lembah silikon. Tetapi sesuatu secara pelan-pelan memberikan harapan nyata pada saya — Saya masih mencintai apa yang saya lakukan. Pemecatan di Apple tidak membuat 1 bit pun cinta saya berkurang. Saya telah ditolak, tetapi saya masih mencintai pekerjaan saya. Saya memutuskan untuk mulai kembali dari nol.

Saya tidak lagi menoleh ke pemecatan itu sesudahnya, tetapi pemecatan di Apple adalah hal terbaik yang pernah terjadi dalam hidup saya. Beratnya menjadi orang sukses telah tergantikan oleh keringanan menjadi seorang pemula lagi, serba tidak pasti tentang segalanya. Itu membebaskan saya untuk memasuki salah satu periode yang paling kreatif dari hidup saya.

Selama lima tahun berikutnya, Saya memulai suatu perusahaan bernama NeXT, perusahaan lain bernama Pixar, lalu jatuh cinta kepada seorang perempuan mengagumkan yang akan menjadi isteri saya. Pixar meneruskan perjalanan ke menciptakan film animasi komputer pertama di dunia, Toy Story, dan saat ini adalah studio animasi paling berhasil di dunia. Dalam suatu kejadian luarbiasa, Apple membeli NeXT, Saya kembali ke Apple, dan teknologi yang kita kembangkan di NeXT adalah di pusat kebangkitan kembali Apple saat ini. Dan Laurene bersama saya memiliki satu keluarga yang indah.

Saya sangat yakin tidak ada satupun dari kejadian itu bisa terjadi bila saya tidak pernah dipecat dari Apple. Itu adalah sebuah pengobatan yang kejam, tapi saya kira kadang-kadang pasien membutuhkannya. Kadang-kadang hidup ini seperti menghantam jidat anda dengan batu bata. Jangan kehilangan keyakinan. Saya memastikan bahwa satu-satunya hal yang membuat saya untuk terus berjalan karena saya mencintai apa yang saya lakukan. Anda harus menemukan apa yang anda cintai. Dan adalah benar adanya bekerjalah sebagaimana anda mencintai kekasih anda. Pekerjaan Anda akan mengisi sebagian besar hidup anda, dan satu-satunya cara untuk yang sungguh-sungguh terpuaskan dengan pekerjaan anda, anda harus meyakini bahwa apa yang anda lakukan adalah pekerjaan besar. Dan satu-satunya cara untuk melakukan pekerjaan besar anda harus mencintai apa yang anda lakukan. Jika anda belum menemukan itu, jangan putus asa. Sejalan dengan segala hal yang telah memenuhi hati anda, anda akan tahu ketika anda menemukan itu. Dan, seperti hubungan besar lainnya, cinta anda akan terus menguat dan membesar seiring dengan berjalannya waktu. Tetaplah mencari hingga anda menemukannya. Jangan putus asa.