Wednesday, July 2, 2008

Orang Tua Bijak dan Anak Kecil

Ada kisah di suatu kampung tinggallah seorang tua yang terkenal bijak bestari. Begitu bijaknya orang tua itu hingga sampai ke telinga seorang suami istri tentang kemampuannya memecahkan berbagai macam masalah.

Mereka sedang pusing mengendalikan kebiasaan buruk anaknya mengunyah permen dulu sebelum tidur. Bagaimana hancurnya gigi anak itu? Akhirnya keluarga itu memutuskan untuk mengunjungi orang tua yang terkenal bisa memecahkan masalah apa saja itu.

Setelah bertemu dan menceritakan masalahnya pada sang Bijak, mereka hanya disuruh pulang dan diminta kembali datang dua minggu kemudian. Anaknya yang kecanduan permen itu sama sekali tidak disentuhnya. Antara percaya dengan tidak dengan permintaan sang Bijak yang sepertinya tidak nyambung, mereka lalu pulang.

Dua minggu kemudian mereka mengunjungi kembali sang Bijak. Orang tua itu lalu memegang bahu anak itu dengan kedua tangannya dan menatapnya dengan penuh kasih sambil berkata, "Kamu berhenti ya makan permen." Anak itu mengangguk sambil tersenyum. "Kalian boleh pulang sekarang, anakmu sudah sembuh dari kecanduan permen." Bengonglah kedua orangtua itu. Aneh. Kok cuma segitu "metode pengobatannya".

"Tidak ada lagi Ki? Cuma begitu saja?" tanya mereka seolah tak percaya pada sang bijak.
"Ya, anakmu sudah sembuh". Sambil menggelengkan kepala seolah tidak percaya mereka lalu pulang.

Tiga hari kemudian, mereka datang lagi tanpa membawa serta anaknya. "Ajaib! Anak kami benar-benar langsung berhenti makan permen!" Orang bijak itu hanya tersenyum. "Boleh kami tahu bagaimana bisa hanya dengan melarangnya dengan mulut saja dia begitu patuh pada anda? Kami sudah berbulan-bulan melarangnya tapi tidak pernah dia patuhi."

Orang tua itu menjawab sambil melinting rokok tembakaunya, "Kalian melarangnya memakan permen padahal kalian sendiri masih suka makan permen. Aku minta kalian pulang dan datang lagi setelah dua minggu karena waktu pertama kali kalian datang, aku juga masih suka makan permen. Dua minggu itu kupakai untuk menghentikan kebiasaanku makan permen dulu sebelum mengajak orang lain melakukan hal yang sama."